November 27, 2020

10 Film Indonesia Terbaik 2019

Tahun 2019 melanjutkan progres positif industri perfilman Indonesia dari banyak sekali segi. Soal kualitas—di luar opini manusia-manusia apatis yang berkomentar tanpa pernah menonton—meski beberapa judul potensial berakhir menyisakan kekecewaan, film kita sudah berjalan ke arah yang benar. Memang keseragaman bentuk masih kentara, namun keberagaman mulai terasa. Terkait pencapaian komersil, hingga tanggal 27 Desember, menurut data aplikasi Cinepoint jumlah penonton film Indonesia pada 2019 menyentuh angka 48,7 juta. Agak sulit melewati perolehan 2018 yang melebihi 51 juta, tapi fakta bahwa untuk pertama kalinya ada 15 film Indonesia menembus sejuta penonton, cukup jadi penghibur.

Seperti biasa, mendekati pergantian tahun, waktunya saya mempersembahkan daftar film-film terbaik, yang akan dimulai dalam artikel seputar 10 FILM INDONESIA TERBAIK 2019 ini. Selama 2019, total 98 judul sempat saya tonton, baik lewat pemutaran reguler di bioskop maupun festival. Sebagai catatan, anda tidak akan menemukan Keluarga Cemara dan Kucumbu Tubuh Indahku di sini, alasannya sudah termasuk dalam daftar tahun 2018. Tapi jangan tanyakan mengapa tidak ada Ave Maryam.

Sebelum melangkah ke 10 besar, ada lima film yang nyaris masuk ke daftar dan berakhir sebagai honorable mentions: Pertama ialah Lagi-Lagi Ateng, sebagai satu lagi perjuangan menghidupkan ulang sosok legenda komedi masa kemudian di luar dugaan sukses menggabungkan kelucuan dan drama berperasaan. Bebas, selaku remake film asal Korea Selatan, Sunny, berhasil merebut hati banyak penonton lewat paparan persahabatan berpengaruh antara para protagonisnya. Bumi Manusia memecah penonton menjadi dua kubu, dan biarpun harus diakui banyak kelemahan, saya termasuk yang perasaannya tergerak oleh tuturannya, terutama berkat performa Sha Ine Febriyanti. Kejutan lain muncul dari Si Doel the Movie 2, yang tidak hanya mengandalkan nostalgia, pula kombinasi formula romansa segitiga klasik serta drama keluarga. Las but not least, ada karya teranyar Joko Anwar, Perempuan Tanah Jahanam yang menunjukan bahwa sang sutradara/penulis naskah (untungnya) masih belum “waras”.

Dan ini beliau 10 FILM INDONESIA TERBAIK 2019 versi Movfreak

10. RATU ILMU HITAM
Komentar bernada miring wacana banyaknya lubang di naskah film ini sedikit menunjukan betapa masyarakat kita punya tendensi lebih kejam terhadap film negeri sendiri dibanding film gila (baca: Hollywood). Horor ialah soal hiburan lewat teror, dan untuk urusan itu, Ratu Ilmu Hitam, dengan sederet gore brutal dan siksaan tanpa basa-basi, sudah tampil sesuai hakikatnya.

9. GHOST WRITER
Bene Dion Rajagukguk melakoni debut penyutradaraan lewat komedi-horor penuh tawa, yang tidak sekadar melucu, tapi memperhatikan betul semoga humor-humornya mempunyai benang merah dengan formula-formula khas horor. (Available on Iflix)

8. LOVE FOR SALE 2
Berlawanan dengan kepercayaan mayoritas, bagi saya sekuel ini (sedikit) mengungguli pendahulunya. Tidak lagi terkekang keharusan menjelaskan konsep rumit aplikasinya, Love for Sale 2 mengutamakan drama keluarga emosional dengan relevansi tinggi.

7. SUSI SUSANTI: LOVE ALL
Film biografi olah raga terbaik Indonesia selama beberapa tahun terakhir ini menolak terjebak dalam kelemahan-kelemahan tutur biografi yang kerap gagal mengalirkan alurnya secara mulus. Alhasil, dongeng inspiratif, informasi sosial, dan momen-momen intens di atas lapangan melebur dengan baik.

6. IMPERFECT
Bersama sang istri Meira Anastasia, Ernest Prakasa mematangkan diri baik sebagai pencerita. Tidak ada lagi transisi garang antar adegan, pun paparan drama dan komedinya bisa saling melengkapi. Ditambah kejelian menangani kompleksitas informasi sosialnya, berkat kematangan tersebut, Imperfect layak disebut karya terbaik Ernest sejauh ini. 

5. TERLALU TAMPAN
Melalui debut penyutradaraannya, Sabrina Rochelle Kalangie memperlihatkan kenapa pembiasaan Webtoon merupakan salah satu jalan menghembuskan kesejukan di tengah keseragaman industri. Konsep menarik, gaya visual unik, juga konklusi yang tak mengikuti pakem jadi bukti nyata. (Available on Iflix)

4. TWIVORTIARE
Tidak perlu gimmick, cukup mengandalkan Reza Rahadian dan Raihaanun sebagai salah satu on-screen couple terbaik dalam film Indonesia, pembiasaan novel berjudul sama karya Ika Natassa ini mengobrak-abrik emosi melalui eksplorasi kompleksitas kehidupan rumah tangga yang membenturkan kita kepada realita suatu kisah cinta. (Available on HOOQ)

3. DUA GARIS BIRU
This year’s people’s champion. Selain mengumpulkan lebih dari 2,5 juta penonton, debut penyutradaraan Gina S. Noer ini dicintai publik (saya yakin akan memuncaki banyak daftar film terbaik). Tapi pencapaian tertinggi Dua Garis Biru adalah melahirkan diskusi guna membangkitkan kesadaran masyarakat mengenai sisi-sisi dunia remaja. (Available on Iflix)

2. 27 STEPS OF MAY
Beginilah semestinya arthouse diciptakan. Bukan semata meredam rasa, tapi mengonversinya ke dalam bentuk yang (sesuai istilahnya) lebih indah. Dan tidak bisa disangkal, melalui performa hebatnya di sini (plus Twivortiare), Raihaanun merupakan aktris paling gemilang sepanjang 2019. (Available on GoPlay)

1. MANTAN MANTEN
Saya yakin tidak banyak (atau malah tidak ada) daftar lain yang menempatkan film ini di posisi teratas. Banyak yang kecewa alasannya rupanya Mantan Manten tidak seringan dan semenggemaskan bahan promosinya. Saya sendiri terkejut, tapi dalam artian positif. Sangat jarang film kita memposisikan mistisisme bukan sebagai pemicu teror melainkan bab alami kehidupan sehari-hari, yang bahkan bisa diromantisasi. Di balik keheningan-keheningan, Mantan Manten mengaduk-aduk emosi melalu kisah dua perempuan memaknai kehilangan. (Available on Iflix)