November 23, 2020

Extreme Job (2019)

Extreme Job menjadi fenomena berkat banyak sekali keberhasilan memecahkan rekor yang menuntunnya sebagai film Korea Selatan terlaris kedua sepanjang masa dengan lebih dari 14 juta penonton (masih terus bertambah), sempurna di bawah The Admiral: Roaring Currents. Karya terbaru Lee Byeong-heon (Twenty, What a Man Wants) ini bahwasanya diisi elemen-elemen familiar di tatanan aksi-komedi, serta wajah familiar, yakni Ryu Seung-ryong selaku pemain drama pertama yang muncul dalam empat film di atas 10 juta penonton.

Familiaritas itulah alasan kesuksesan Extreme Job. Ini yaitu tontonan formulaik yang digarap apik. Bahkan sebelum menandakan eksklusif kualitasnya, premisnya sudah demikian mengundang: Apa jadinya kalau para polisi justru meraup laba melimpah dari pekerjaan samaran mereka?

Selepas agresi penangkapan berujung kekacauan, karir lima polisi bab narkotika: Kapten Go (Ryu Seung-ryong), Jang (Lee Hanee), Young-ho (Lee Dong-hwi), Ma (Jin Seon-kyu), dan Jae-hoon (Gong Myung), berada di ujung tanduk. Tim tersebut terancam dibubarkan, yang makin memperkeruh kondisi sang kapten, yang pangkatnya mulai dilewati para junior. Harapan terakhir terletak pada misi penyergapan kartel narkoba milik Lee Moo-bae (Shin Ha-kyun), yang bermarkas sempurna di depan restoran ayam goreng. Demi memudahkan pengintaian, restoran itu pun mereka ambil alih.

Keputusan abnormal tersebut diambil menurut fakta bahwa pemilik sebelumnya bangkrut akhir ketiadaan pengunjung. Tapi begitu bisnis samaran dijalankan, konsumen justru bermunculan, bahkan membeludak sesudah Ma menyuguhkan resep saos ciptaan orang tuanya. Restoran mereka mendadak viral, bahkan stasiun televisi menyatakan ketertarikan mengadakan liputan.

Jangankan menangkap bandar narkoba, sekadar pengintaian sederhana pun sekarang tak sempat dilakukan. Tatkala karir makin menukik, bisnis ayam goreng justru melejit, memberi kelimanya uang dengan jumlah yang tak pernah terbayangkan. Bagi Kapten Go, kondisi ini dilematis. Sekarang ia bisa membelikan sang istri tas Gucci, berpeluang menghabiskan lebih banyak waktu bersama puterinya (yang pernah bercita-cita jadi penjahat biar bisa sering bertemu Go), juga tak lagi harus bertaruh nyawa, sebuah risiko profesi polisi yang belakang layar dikhawatirkan sang istri.

Ryu, sebagaimana kita saksikan di film-film macam Miracle in Cell No. 7 (2013), jago menghembuskan rasa dalam peran. Tapi jangan mengharapkan drama keluarga mengharu biru, lantaran sepanjang 111 menit perjalanannya, naskah buatan penulis debutan Bae Se-young tak seberapa jauh menjamah ranah dramatik, dan sebatas menjadikannya faktor embel-embel biar penonton tahu (tidak hingga merasakan) bahwa godaan kesuksesan bisnis ayam goreng begitu besar untuk protagonisnya.

Exteme Job sesungguhnya cuma mengandalkan running gag seputar premis absurdnya, yang tak pernah melelahkan, repetitif, apalagi membosankan, lantaran humor dan jajaran pemain bisa saling mendukung.

Kalau sering menonton komedi Korea Selatan, khususnya yang bersifat high profile blockbuster, anda semestinya bisa mengira dagelan menyerupai apa yang menanti. Berbeda dengan Hollywood yang cenderung mengandalkan kegamblangan komikal, urusan komedi fisik (sebut saja agresi saling tendang antar tokoh), sineas Korea Selatan menentukan menampilkan pukulan maupun tendangannya senyata mungkin. Semakin terasa menyakitkan, semakin lucu.

Dikemas lewat tempo cepat oleh Byeong-heon, Extreme Job enggan berlama-lama menetap di satu momen komedi. Alhasil, andai sebuah perjuangan melucu berujung kegagalan, dinamika senantiasa terjaga, lantaran filmnya segera beralih ke titik berikutnya. Jajaran pemain pun melontarkan kekonyolan—yang seringkali bertambah lucu lantaran hadir di kesempatan maupun cara tak terduga—dalam antusiasme tinggi, biar tatkala humornya meleset pun, kita setidaknya sanggup tersenyum. Lee Hanee mencuri perhatian di sini. Pemegang gelar 3rd Runner-up Miss Universe 2007 ini tanpa cela memerankan polisi slebor yang jago melontarkan kata-kata pedas, dengan lisan yang bisa menciptakan anda merasa menyerupai sampah tidak berguna.

Sekuen puncaknya kesannya memperlihatkan gugusan laga, yang sesudah menanti beberapa lama, rupanya sama sekali tak mengecewakan. Ditemani geberan musik rock bertenaga garapan Kim Tae-seong (War of the Arrows, The Admiral: Roaring Currents, My Annoying Brother), lima polisi payah itu berubah jadi petarung-petarung keren. Perubahan itu tak sepenuhnya dipaksakan, lantaran meski tak sering, kemampuan tersembunyi mereka sudah disiratkan sepanjang durasi. Dan ketika kesannya kelima pahlawan kita unjuk kebolehan, lengkap sudah hiburan menyenangkan yang ditawarkan Extreme Job.