October 23, 2020

Mari Berkenalan Dengan Piala Maya!


Anda mungkin sudah mengenal apa itu Festival Film Indonesia (FFI) atau yang terbaru, Apresiasi Film Indonesia (AFI), namun saya meyakini beberapa dari Anda, khususnya yang bukan pengguna Twitter, masih absurd dengan Piala Maya. Bukan sesuatu yang mengherankan bersama-sama mengingat gelaran ini pada tahun-tahun sebelumnya tak lebih dari sekadar apresiasi kecil-kecilan untuk perfilman nasional yang berlangsung di dunia maya dan diselenggarakan oleh akun @film_indonesia. Setelah dua tahun berturut-turut hanya membatasi diri dalam lingkup jejaring sosial, dan hanya sedikit meluas pada laman web, maka pengurus utama akun ini, Hafiz Husni, merasa perlu untuk melebarkan sayap Piala Maya. Caranya, dengan memboyong keluar gelaran ini dari dunia maya ke dunia kasatmata kawasan dimana kita menjalani kehidupan yang sesungguhnya. 
Dengan Piala Maya kesannya direalisasikan, tidak lagi hanya sekadar ajang apresiasi mini dalam dunia maya, akun @film_indonesia pun menyadari bahwa beban yang akan mereka tanggung akan semakin besar dan dimulai dari titik ini, tak sanggup lagi bermain-main. Perencanaan matang nan serius pun kudu dipersiapkan. Oleh sebab itu, beberapa bulan yang kemudian akun ini membuka lowongan lebar-lebar untuk para pecinta film Indonesia yang bersedia menjadi sukarelawan demi terwujudnya program ini. Setelah melalui serangkaian proses seleksi, kesannya terkumpul sejumlah penikmat film yang tergabung dalam Kepanitiaan maupun Komite Pemilih. Pertemuan, baik eksklusif maupun hanya sekadar mengobrol melalui surel, pun dilaksanakan terhitung semenjak pertengahan tahun ini sampai menjelang Malam Puncak yang akan diadakan pada tanggal 15 Desember 2012 di The Bridge Function Room, Aston Rasuna, Kuningan, Jakarta. 
Setelah membaca sekian ratus kata yang saya goreskan, Anda mungkin masih bertanya-tanya mengenai Piala Maya. Lantas, apa yang membedakan Piala Maya dengan kedua ajang penghargaan yang saya sebutkan di awal goresan pena ini? Ketua bidang program Piala Maya, Rangga Wisesa, menjelaskan, “Piala Maya yakni ajang independen yang digagas oleh media film Indonesia yang mengedepankan independensi dalam menilai film, memposisikan diri sebagai penonton yang melihat sebuah karya film dengan utuh.” Lebih lanjut, ia turut menawarkan klarifikasi mengenai para juri yang dalam hal ini disebut sebagai Komite Pemilih. Tak menyerupai FFI maupun AFI dimana proses penjurian hanya dilakukan oleh segelintir orang yang (katanya) mengerti film. Komite Pemilih dalam Piala Maya terdiri dari 100 orang bermacam-macam profesi dari banyak sekali kota – sebut saja movie blogger, jurnalis, dokter, penyiar radio, mahasiswa film, aktivis, sineas film pendek sampai desainer – yang terbagi ke dalam 25 bidang berbeda sesuai kompetensinya. Proses pemilihannya pun berbeda. Untuk film panjang, para sineas tak perlu repot-repot mendaftarkan filmnya sebab secara otomatis akan hadir di meja penjurian apabila dirasa memenuhi kualifikasi. Ini memungkinkan sebab Komite Pemilih yakni para penonton film Indonesia yang setiap minggunya menawarkan pinjaman kepada film nasional dengan menyaksikannya di bioskop selama periode Desember 2011 sampai November 2012. 
Setelah penuh perdebatan panas sampai terjadi pertumpahan darah, kesannya pada tanggal 6 Desember 2012, mengambil kawasan di SAE Institute Fx Jakarta, diadakanlah sebuah konferensi pers untuk mengumumkan para nominator Piala Maya 2012. Selanjutnya, sesudah pembacaan nominasi dilakukan, Pekan Film pun resmi dibuka. Nah lho, apa pula itu Pekan Film? Makara begini, saudara-saudara saya yang tercinta, Piala Maya tidak hanya sekadar menawarkan penghargaan untuk para pekerja film berprestasi yang telah banting tulang selama setahun terakhir. Memiliki niatan untuk mengusung semangat festival, maka dimunculkanlah Pekan Film yang khusus memutar film pendek, film dokumenter, film animasi, dan film panjang yang berhasil masuk ke dalam gugusan nominasi. Tak hanya berupa pemutaran film semata, melainkan juga mendatangkan para sineas yang sanggup Anda ajak diskusi usai pemutaran. Dan untuk sanggup menikmati film-film tersebut sekaligus berdiskusi dengan si pembuat film, Anda tak dipungut biaya sepeser pun. Seru sekali, bukan? Pekan Film berlangsung pada tanggal 6, 7, 11, 12, dan 13 Desember 2012 di SAE Institute fX Jakarta. Info lengkap, follow @PialaMaya

Inilah nominasi lengkap Piala Maya 2012 :

Film Fiksi Panjang :
  1. ARISAN! 2 (Nia Dinata / Kalyana Shira Film, Add Word Prod, Ezy Prod, MRA Media)
  2. CITA-CITAKU SETINGGI TANAH (Eugene Panji / Humanplus Production)
  3. LOVELY MAN (Teddy Soeriaatmadja / Karuna Pictures)
  4. MATA TERTUTUP (Garin Nugroho / Maarif Institute)
  5. POSTCARDS FROM THE ZOO (Edwin / Babibuta Film & Pallas Film)
  6. RAYYA, CAHAYA DI ATAS CAHAYA (Viva Westi / Picklock Production)
  7. TANAH SURGA, KATANYA… (Herwin Novianto / Citra Sinema dan Brajamusti Film)
  8. THE RAID (Gareth Evans / XYZ Film & Merantau Film)
Film Omnibus :
  1. HI5TERIA (Andriyanto Dewo, Chairun Nissa, Billy Christian, Harvan A / Upi Production dan Starvision)
  2. JAKARTA HATI (Salman Aristo / 13 Entertainment)
  3. KITA VS KORUPSI (Emil Heradi, Chairun Nissa, Ine Febriyanti, Lasja F Susatyo / Cangkir Kopi, TII, KPK, MSI)
  4. PARTS OF THE HEART (Paul Agusta / Kinekuma Pictures)
  5. SANUBARI JAKARTA (Lola Amaria, Andriyanto Dewo, Aline Jusria, Billy Christian, Dinda Sunbulat Dewi, Sim F, Tika Pramesti, Kirana Larasati, Alfrits John Roberts, Fira Sofiana / Kresna Duta Foundation, Ardhanary Institute, Ford Foundation)
  6. SINEMA PURNAMA (Andra Fembrianto, Ray Nayoan, Radian Kanugroho, Pandu Birantoro / Studio DG dan Imageranium Entertainment)
Film Fiksi Pendek :
  1. ALEGORI (Albert Koto)
  2. ANAK KANAL (Narindro Aryo Hutomo)
  3. BUANG (Andri Cung & William Chandra)
  4. GARIS BAWAH (Ray Farandy Pakpahan)
  5. GENDING TENGAH MALAM (Dedy Syah Putra)
  6. KEKAL (Dom Dharmo)
  7. SHELTER (Ismail Basbeth)
  8. UNDEADRIOT (M Faris Rafiuddinsyah)
Film Dokumenter :
  1. BURUH SENI (Eden Junjung)
  2. CERITA DARI TAPAL BATAS (Wisnu Adi)
  3. JAKARTARCK (Ari Rusyadi)
  4. MERAJUT BAMBU SERIBU CANDI UNTUK KEMANUSIAAN (Cupu Dalang)
  5. NEGERI DI BAWAH KABUT (Shalahudin Siregar)
  6. PERMATA DI TENGAH DANAU (Andi Hutagalung)
  7. PERSONA (George Arif)
Film Animasi :
  1. 1 LANGKAH (Tika Hilda Wahyu)
  2. BLACK JOURNEY (Astu Prasidya)
  3. CULOBOYO MEKITIK (Cak Ikin)
  4. KERIPIK SUKUN MBOK DARMI (Heri Kurniawan)
  5. KITIK (Ardhira Anugerah Putra)
  6. KRAYON (Shela HP)
  7. MITOS ??? (Sena D Adimasjati)
Film Daerah :
  1. MANIWAK (Ipong Wijaya – PAPUA)
  2. MENEMBUS LORONG BADAK (Darwin Mahesa – BANTEN)
  3. PEREMPUAN SASAK TERAKHIR (Sandi Amaq Rinjani – LOMBOK)
Penulisan Kritik Film :
  1. LOVELY MAN ” Hubungan Absurd Ayah dan Anak ” (Penulis : Krisna M Putra)
  2. JAKARTA HATI ” Warna-warni Wajah Jakarta ” (Penulis : Taufiqur Rizal)
  3. ATAMBUA 39 DERAJAT CELCIUS ” Menonton Budaya Menengok Sejarah Menilik Nasionalisme” (Penulis: Krisna M Putra)
  4. MALAIKAT TANPA SAYAP (Penulis : Arief Kurnia)
  5. ARISAN! 2 “Potret (Impian) Kehidupan Sosial Modern” (Penulis: Imam Santoso)

Penyutradaraan:
  1. Eugene Panji (Cita-citaku Setinggi Tanah)
  2. Garin Nugroho (Mata Tertutup)
  3. Gareth Evans (The Raid)
  4. Teddy Soeriaatmadja (Lovely Man)
  5. Viva Westi (Rayya, Cahaya Di Atas Cahaya)
Aktor Pemeran Utama :
  1. Donny Damara (Lovely Man)
  2. Nicholas Saputra (Postcards From The Zoo)
  3. Reza Rahadian (Test Pack)
  4. Roy Marten (Dilema)
  5. Tio Pakusadewo (Rayya, Cahaya Di Atas Cahaya)
Aktor (Film Omnibus) :
  1. Daud Sumolang (Parts Of The Heart)
  2. Dwi Sasono (Jakarta Hati – “Hadiah”)
  3. Gia Partawinata (Sanubari Jakarta – “Kentang”)
  4. Tim Matindas (Sinema Purnama – “Kiosk”)
  5. Tora Sudiro (Kita Vs Korupsi “Selamat Siang Risa!”)
Aktor Pemeran Pembantu :
  1. Butet Kertaredjasa (Soegija)
  2. Fuad Idris (Tanah Surga, Katanya…)
  3. Ramon Y Tungka (Cinta Di Saku Celana)
  4. Ray Sahetapy (The Raid)
  5. Rio Dewanto (Arisan! 2)
Aktris Pemeran Utama :
  1. Acha Septriasa (Test Pack)
  2. Atiqah Hasiholan (Hello Goodbye)
  3. Jajang C Noer (Mata Tertutup)
  4. Nani Widjaya (Ummi Aminah)
  5. Raihaanun Soeriaatmadja (Lovely Man)
Aktris (Film Omnibus) :
  1. Dominique A Diyose (Kita Vs Korupsi “Selamat Siang, Risa!”)
  2. Gesata Stella (Sanubari Jakarta – “Pembalut”)
  3. Luna Maya (Hi5teria – “Kotak Musik”)
  4. Revalina S Temat (Kita Vs Korupsi “Aku Padamu”)
  5. Shahnaz Haque (Jakarta Hati – “Darling Fatimah”)
Aktris Pemeran Pembantu   :
  1. Adinia Wirasti (Arisan! 2)
  2. Aida Nurmala (Arisan! 2)
  3. Christine Hakim (Rayya, Cahaya Di Atas Cahaya)
  4. Meriam Bellina (Test Pack)
  5. Wulan Guritno (Dilema)
Pemeran Pendatang Baru  :
  1. Annisa Hertami (Soegija)
  2. Billy Sandy (Negeri 5 Menara)
  3. Edward Gunawan (Arisan! 2)
  4. Eka Nusa Pertiwi (Mata Tertutup)
  5. Putri Moruk (Atambua 39 Derajat Celcius)
Pemeran Cilik :
  1. Lana Nitibaskara (Ambilkan Bulan)
  2. Maria Resubun (Di Timur Matahari)
  3. M Syihab Imam Muttaqien (Cita-citaku Setinggi Tanah)
  4. Osa Aji Santosa (Tanah Surga, Katanya…)
  5. Risjad Aden (Rumah Di Seribu Ombak)

 Skenario :
  1. Tri Sasongko (Mata Tertutup)
  2. Teddy Soeriaatmadja (Lovely Man)
  3. Satriono (Cita-citaku Setinggi Tanah)
  4. Viva Westi dan Emha Ainun Nadjib (Rayya, Cahaya Di Atas Cahaya)
  5. Daniel Rifki (Tanah Surga, Katanya…)
Tata Kamera  :
  1. Matt Flanery (The Raid)
  2. Yunus Pasolang (Hello Goodbye)
  3. Teoh Gay Hian (Soegija)
  4. Gunnar Nimpuno (Atambua 39 Derajat Celcius)
  5. Ipung Rahmat Syaiful (Rayya, Cahaya Di Atas Cahaya)
Penyuntingan Gambar  :
  1. Cesa David Luckmansyah (Negeri 5 Menara)
  2. Gareth Evans (The Raid)
  3. Arifin (Modus Anomali)
  4. Aline Jusria (Republik Twitter)
  5. Robby Barus (Hello Goodbye)
Ilustrasi Musik :
  1. Aghi Narottama, Bemby Gusti, Ramondo Gascaro (Arisan! 2)
  2. Aghi Narottama, Bemby Gusti, Ramondo Gascaro (Garuda Di Dadaku 2)
  3. Dwiki Dharmawan (Mata Tertutup)
  4. Djaduk Ferianto (Soegija)
  5. Andhika Triyadi (Perahu Kertas 1)
Tata Artistik  :
  1. Ary Juwono (Arisan! 2)
  2. Timothy D Setyanto (The Raid)
  3. Wencislaus (Modus Anomali)
  4. Allan T Sebastian (Soegija)
  5. Fauzi (Perahu Kertas 1)
Tata Suara :
  1. Aria Prayogi & Fajar Yuskemal (The Raid)
  2. Khikmawan Santosa (Modus Anomali)
  3. Khikmawan Santosa (Lovely Man)
  4. Satrio Budiono & Trisno (Soegija)
  5. Khikmawan Santosa (The Witness)
 Tata Kostum :
  1. Isabelle Patrice (Arisan! 2)
  2. Musa Widyatmodjo (Rayya, Cahaya Di Atas Cahaya)
  3. Aulia Yogyanti (Postcards From The Zoo)
  4. Ve Verdinand (Lovely Man)
  5. Retno Ratih Damayanti (Soegija)
Tata Rias dan Rambut :
  1. Darwyn Tse (Arisan! 2)
  2. Jerry Octavianus (The Raid)
  3. Jerry Octavianus (Dilema)
  4. Cika Landis, Susanti, Tweety (Hi5teria)
  5. Eba Sheba (Lovely Man)
Efek Khusus  :
  1. Andi Noviandi (The Raid)
  2. Onetone Post, Boras Animation, Anjai-Reza (Mama Cake)
  3. Andi Noviandi (Modus Anomali)
  4. Gaffer (The Witness)
  5. Eddie Cahyono & Kelik Wicaksono (Ambilkan Bulan)
Desain Poster :
  1. Jonathan Oh (Jakarta Hati)
  2. Omar Malkisson (The Raid)
  3. Diela Maharanie (Postcards From The Zoo)
  4. Sarita Ibnoe (Sinema Purnama)
  5. (Langit Ke 7)
Lagu Tema :
  1. “Oh Jakarta” –  Cipt. Nia Dinata & Ramondo Gascaro (Arisan! 2)
  2. “Malaikat Juga Tahu” – Cipt. Dewi Lestari (Malaikat Tanpa Sayap)
  3. “Bogor Biru” – SORE (Modus Anomali)
  4. “Perahu Kertas” – Cipt. Dewi Lestari (Perahu Kertas 1)
  5. “Black Glasses” – Cipt. Soon Mung Hyun (Hello Goodbye)