October 21, 2020

Review : Detective Conan: The Darkest Nightmare


Let me just say, The Darkest Nightmare ialah salah satu seri terbaik dari rangkaian film Detective Conan. Secara personal, saya akan menempatkannya di jajaran lima besar terbaik bersama Captured in Her Eyes, The Phantom of Baker Street, Crossroad in the Ancient Capital, serta The Eleventh Striker – kau sangat mungkin akan mempunyai pendapat berbeda soal ini. Dalam jilid ke-20 ini, Kobun Shizuno menghamparkan plot rapat berelemen spionase pekat yang mengikat atensi penonton. Tidak hanya itu, keberadaan serentetan laga seru pun sanggup kau endus keberadaannya disini. Keduanya, telah mengemuka sedari menit pertama atau katakanlah prolog yang gegap gempita. Seorang wanita misterius (disuarakan oleh Yuki Amami) diperlihatkan mendobrak masuk ke Biro Keamanan Publik guna mencuri NOC (Non-Official Cover), sebuah data penting berisi nama-nama mata-mata dari seluruh dunia yang menyusup ke badan Organisasi Hitam. Tak berselang lama, yang kita saksikan berikutnya ialah kejar-kejaran kendaraan beroda empat berkecepatan tinggi di jalanan Tokyo yang berujung pada terlemparnya kendaraan beroda empat si wanita ke sungai. 

Perempuan misterius tersebut tak tewas. Dia hanya mengalami amnesia akhir benturan keras yang membawanya terdampar di wahana rekreasi baru, Tohto Aquarium. Mengalami kebingungan selama berjam-jam lamanya, takdir mempertemukannya dengan Conan Edogawa (Minami Takayama) beserta rombongan Grup Detektif Cilik yang ndilalah berencana menjelajahi Tohto. Mencium adanya sisi menarik yang sanggup digali melalui wanita tersebut, Conan mengajaknya berkeliling seraya mencoba mengumpulkan data-data dari pihak kepolisian dan Professor Agasa (Kenichi Ogata) yang dipercaya memperbaiki ponsel genggam si wanita yang rusak. Berdasarkan informasi yang dihimpun, besar kemungkinan wanita ini mempunyai keterkaitan dekat dengan Organisasi Hitam bahkan bisa-bisa – menyerupai kecurigaan Ai Haibara (Megumi Hayashibara) – merupakan sosok dibalik instruksi nama ‘Rum’ atau dengan kata lain, orang nomor dua di Organisasi Hitam sehabis Bos. Di tengah-tengah upaya Conan mencoba memecahkan misteri identitas si wanita misterius, tiga pembunuhan terjadi di serpihan dunia lain. Korbannya, para mata-mata yang namanya tercatut dalam NOC! 

Kobun Shizuno hampir tak memperkenankan intensitas yang telah terbentuk tinggi semenjak prolog mengasyikkan – walau terbilang familiar alasannya ialah bukan kali pertama franchise ini dibuka oleh adegan kejar-kejaran kendaraan beroda empat – untuk mengendur. Selepas si wanita berkenalan dengan para personil Grup Detektif Cilik, satu persatu petunjuk dibeberkan guna tetap mengobarkan kepenasaran penonton terhadap identitas si wanita yang sebetulnya dan tatkala petunjuk pertama memaparkan adanya koneksi ke Organisasi Hitam, daya cekam menyembul. Menariknya, naskah racikan Takeharu Sakurai turut memperlihatkan sedikit kompleksitas dengan membentuk adanya hubungan persahabatan hangat antara trio Ayumi (Yukiko Awai), Mitsuhiko (Ikue Otani), dan Genta (Wataru Takagi) bersama si wanita terlebih sehabis agresi menyelamatkan nyawa Genta. Tapi apakah ia benar-benar sanggup dipercaya? Maksudnya, sanggup saja kan fase amnesia hanya bab dari sandiwara belaka demi mengecoh pihak-pihak yang mengincar NOC menyerupai FBI dan CIA? Jika memang demikian kenyataannya, bukankah itu berarti bocah-bocah personil Grup Detektif Cilik tengah terancam bahaya? Keingintahuan penonton yang besar terus dipermainkan sepanjang The Darkest Nightmare yang laju penceritaannya dialunkan cukup kencang – malah hingga post-credits scene yang terbilang heartbreaking

Di satu sisi kita menaruh kecurigaan pada si perempuan, tapi di sisi lain kita juga menaruh simpati padanya sehingga begitu kebenaran terungkap ada ketidakrelaan menyaksikan hubungan si wanita bersama para bocah yang terancam retak. Sebelum kita memperoleh tanggapan atas pertanyaan “dimana sebetulnya si wanita misterius ini menempatkan dirinya?”, titik puncak eksplosif cenderung over-the-top yang telah menjadi ciri khas franchise Detective Conan menampakkan diri. Berlangsung di Tohto Aquarium, 20 menit terakhir ialah bab terbaik dari The Darkest Nightmare bahkan sepanjang sejarah franchise-nya menyelidiki betapa cakupan skalanya telah ditingkatkan berkali-kali lipat dari biasanya. Sederet abjad penting saling terhubung secara meyakinkan, beberapa diantaranya termasuk para anggota utama Organisasi Hitam (Gin, Vodka, Chianti, dan Korn) malah berkonfrontasi dalam langgar tembak yang menggenjot adrenalin. Sensasi tegang pekat menyelimuti sebelum kesannya tergantikan oleh kepedihan alasannya ialah dipaksa mendapatkan kehilangan dan kebahagiaan. Kebahagiaan? Ya, kala secara umum dikuasai film layar lebar hasil pembiasaan anime laku kian tersengal-sengal begitu menapaki seri belasan, Detective Conan justru semakin perkasa. Diantara lima seri yang telah saya sebutkan di paragraf pembuka, The Darkest Nightmare lah paling kokoh.

Outstanding (4/5)