October 20, 2020

Review : Don 2

main dengan rencananya untuk kembali menjadi penguasa di industri perfilman Asia sesudah b REVIEW : DON 2

Bollywood rupanya tidak main-main dengan rencananya untuk kembali menjadi penguasa di industri perfilman Asia sesudah beberapa tahun terakhir Jepang dan Korea Selatan mendominasi. Jika dulu Bollywood identik dengan kisah cinta picisan dan diselingi dengan belasan lagu di film-filmnya, maka sekarang, ya tidak berbeda jauh bahwasanya alasannya itu telah menjadi identitas dari film India. Hanya saja, mereka lebih serius dalam menggarapnya. Bukan berarti dahulu sekadar main-main, kali ini para sineas telah meningkatkannya ke level yang lebih tinggi sehingga masyarakat internasional sanggup menerimanya. Jika Anda tidak percaya, silahkan saja simak Don 2 yang ketika ini sedang tayang di bioskop-bioskop Indonesia. Don 2 yang merupakan sekuel dari Don: The Chase Begins Again (Don: TCBA) yang dirilis tahun 2006 kemudian ini menjadi sebuah bukti betapa majunya perfilman India ketika ini. Didanai dengan bujet sekitar $17 juta, Farhan Akhtar menyebabkan Don 2 sebagai versi India dari Mission: Impossible dan Fast Five. Anda tentu masih ingat bagaimana serunya Mission: Impossible Ghost Protocol, bukan? Tanpa bermaksud berlebihan, ah Anda pun sah-sah saja menyebut aku lebay, Don 2 mempunyai tone yang nyaris serupa dengan film tersebut. Dikemas dalam tontonan penuh aksi, naskah yang pintar, dan kasting yang sempurna.

Titik awal dari Don 2 melanjutkan dari ending film sebelumnya yang tercatat sebagai film terlaris kelima di India pada tahun 2006. Tanpa menonton prekuelnya, Anda tetap sanggup menikmati jalan dongeng film ini. Sekalipun masih mempunyai keterkaitan, Don 2 sanggup menjadi film yang bangun sendiri. Tapi tentunya akan lebih nikmat kalau Anda telah mengetahui apa-apa saja yang telah terjadi dalam Don: TCBA, khususnya perihal kekerabatan rumit yang terjalin antara Don (Shahrukh Khan) dengan Roma (Priyanka Chopra). Farhan Akhtar dan duo penulis naskah, Ameet Mehta dan Amrish Shah sayangnya tidak mengupas romansa ini secara lebih mendalam di Don 2, sehingga penonton awam yang kurang awas mungkin akan kebingungan dengan status kekerabatan Don dan Roma di awal film. Untuk sekali ini, Farhan Akhtar memperlihatkan sebuah dongeng yang panjang, kompleks, dan padat. Penonton dituntut untuk berkonsentrasi. Layaknya film India pada umumnya, selingan nyanyian dan tarian pun masih ada. Jumlahnya tidak banyak, hanya sekitar 4 tembang saja. Ada baiknya Anda tidak melewatkannya. Beberapa tembang masih berkolerasi dengan jalan cerita, tidak sekadar pemanis belaka.
Ketika Inspektur Malik (Om Puri) menyerahkan tongkat estafet kepada Roma untuk memimpin jalannya sasaran operasi Don, Don tiba untuk menyerahkan diri. Segera saja beliau dikirim ke penjara Melaka, Malaysia. Di penjara ini, beliau bertemu dengan musuh bebuyutannya, Vardhaan (Boman Irani). Rupanya, Don belum bertaubat, beliau masih mempunyai segudang planning guna mencapai tujuan utamanya, menjadi penguasa kartel narkoba di Eropa. Don mengajak Vardhaan melarikan diri dari lapas. Mereka terbang ke Zurich, Swiss, untuk mencuri cetak biru uang negara di Depository Bank of Zurich. Bergabung bersama mereka yakni kekasih Don, Ayesha (Lara Dutta), dan hacker handal, Sameer (Kunal Kapoor). Untuk mendapatkan jalan masuk menuju bank, Don mengancam sang wakil presiden bank, Diwan (Aly Khan), dengan sebuah video yang memuat percakapan Diwan membahas perihal planning pembunuhan terhadap petinggi Bank Eropa. Tentu saja, Diwan tidak tinggal diam. Dia menyewa seorang pembunuh bayaran untuk menghabisi Don dan antek-anteknya. Sementara itu, keberadaan Don di Eropa mulai terendus oleh Roma.
Sebagai sebuah film India, Don 2 sama sekali tidak berasa India. Farhan Akhtar lebih menentukan untuk mengajak penonton jalan-jalan ke Malaysia, Thailand, Jerman, dan Swiss, ketimbang berputar-putar di India. Romansa picisan serta nyanyian dan tariannya pun tidak terlalu ditonjolkan. Adegan aksinya diramu dengan lebih intens, simak saja adegan kejar-kejaran di jalanan Berlin yang padat yang konon katanya melibatkan hingga 67 mobil. Sungguh seru, menegangkan, dan brilian. Anda dijamin betah untuk duduk manis sepanjang dua setengah jam di dingklik bioskop tanpa melongok jam tangan berkali-kali. Farhan Akhtar tahu benar bagaimana cara menjamu tamunya. Suguhi dengan gadis-gadis bagus dan pekan raya kendaraan beroda empat keren sebagai pemanis, jalan dongeng yang cerdik sebagai hidangan utama, dan ditutup dengan adegan agresi seru yang tiada henti. Namun tentu saja jamuan ini tidak akan terasa manis apabila Farhan Akhtar tidak mengatakan bumbu berjulukan Shahrukh Khan. Akting apiknya sebagai Don sanggup menutupi banyak sekali kelemahan yang muncul. Sebagai hidangan pelengkap, sang tuan rumah mengatakan pilihan kepada penonton untuk menyaksikannya dalam versi 2D atau 3D. Mengingat tidak ada perbedaan yang signifikan, versi 2D terasa lebih tepat bagi Anda alasannya mengenakan kacamata 3D selama dua setengah jam bukanlah masalah yang menyenangkan. Filmnya toh masih tetap seru sekalipun ditonton di layar 2D.
Exceeds Expectations

main dengan rencananya untuk kembali menjadi penguasa di industri perfilman Asia sesudah b REVIEW : DON 2