October 27, 2020

Review : Europe On Screen 2009

Sembari menunggu saya bisa mendapat waktu untuk nonton film di bioskop atau DVD tercinta, saya posting dulu review saya hasil impor dari blog seberang perihal Europe On Screen 2009. Oke? tak apalah terlambat daripada tidak sama sekali. hehe..

Europe On Screen kembali digelar tahun ini. Dengan tema “Faces of Europe”, EOS menghadirkan 42 film dari negara-negara Eropa. Acaranya sendiri sudah digelar semenjak 30 Oktober hingga 29 November 2009 di 9 kota besar Indonesia. Beruntung banget Semarang kembali disinggahi roadshow EOS sehingga saya bisa menikmati film-film Eropa yang berkualitas tinggi dengan gaya penuturan yang cenderung unik. Di Semarang sendiri EOS digelar di Magister Manajemen Universitas Diponegoro selama 2 hari, 24 – 25 November 2009. Kebetulan saya menjadi salah satu panitia program sehingga bisa menikmati semua film yang diputar dalam 2 hari itu Sembari menunggu saya bisa mendapat waktu untuk nonton film di bioskop atau DVD tercint REVIEW : EUROPE ON SCREEN 2009

Seperti halnya kota lain di luar Jakarta, hanya beberapa film saja yang diputar di Semarang, tepatnya ada 6 film. Tidak ibarat tahun lalu, kali ini Semarang mendapat jatah banyak film manis yang tidak hanya bermutu tetapi juga menghibur. Hebatnya, hampir semua film yang diputar di Semarang merupakan film Box Office di negaranya. Bahkan FC Venus sendiri tercatat sebagai film lokal terlaris 2005 di Finlandia.

Film” yang diputar di Semarang :

HOW TO SURVIVE MYSELF (Belanda, 2007, Drama)

Film ini berkisah perihal seorang gadis berusia 13 tahun berjulukan Rosa yang terpaksa pindah ke rumah barunya bersama dengan ibu dan adik tirinya untuk tinggal bersama ayah barunya. Rosa yang punya imajinasi tinggi ini mengalami krisis percaya diri ibarat yang dialami cukup umur pada umumnya dan ia berusaha untuk mengubah dirinya. Di kawasan tinggal barunya ini Rosa menghadapi masalah” seputar teman, cinta, perasaan minder, ayah tirinya dan alter egonya yang berjulukan Rooz.

How to Survive Myself (HTSM) memang cocok dijadikan sebagai film pembuka. Kisahnya cenderung sangat cukup umur dengan taburan soundtrack yang easy listening. Film ini sangat asyik ditonton terlebih dikala Rooz mulai hadir dan imajinasi” Rosa yang sangat gila semakin sering dimunculkan. Problem yang dihadapi Rosa terasa faktual alasannya yaitu apa yang terjadi padanya sangat mungkin terjadi kepada cukup umur lain. Meski bergenre drama, nyatanya unsur komedi disini juga sangat kuat. Lucu, seru dan mengharukan. Pada akhirnya, solusi terbaik bagi Rosa yaitu “Be Yourself!”

nilai = 7/10

Sembari menunggu saya bisa mendapat waktu untuk nonton film di bioskop atau DVD tercint REVIEW : EUROPE ON SCREEN 2009

IL PAPA DI GIOVANNA (Italia, 2008, Drama)

Bersetting di Bologna pada tahun 1938 hingga 1953 selama tahun” kekuasaan Fasisme, film ini menceritakan perihal Michele Casali yang dihadapkan pada situasi yang sangat tidak terduga dan membuatnya putus asa. Putri semata wayangnya, Giovanna, telah membunuh sahabat baiknya alasannya yaitu cemburu. Dia diputuskan mengidap penyakit kejiwaan dan dikirim ke rumah sakit jiwa. Satu”nya orang yang peduli terhadap Giovanna hanyalah ayahnya sendiri. Ibunya menjauh dan Giovanna menjadi sampah masyarakat.

Butuh kesabaran ekstra untuk menikmati film ini karena alurnya yang sangat lambat dan obrolan na pun kelas berat. Meski demikian, inilah film favorit saya di EOS 2009. Permainan akting trio Silvio Orlando, Francesca Neri dan Alba Rohrwacher bener” jempolan dan kelas wahid! Akting yang ciamik masih didukung dengan sisi teknis yang mengenaskan dimana sinematografi dan tata artistik na begitu indah, naskah yang besar lengan berkuasa dan penyutradaraan yang baik. Il Papa di Giovanna memang bukan film untuk semua orang, tapi itulah keistimewaan film ini. Tidak hanya ibu yang mempunyai kasih sayang yang tulus, ayah juga bisa melakukannya.

nilai = 9/10 Sembari menunggu saya bisa mendapat waktu untuk nonton film di bioskop atau DVD tercint REVIEW : EUROPE ON SCREEN 2009

Sembari menunggu saya bisa mendapat waktu untuk nonton film di bioskop atau DVD tercint REVIEW : EUROPE ON SCREEN 2009

FLY BY ROSSINANT (Bulgaria, 2007, Komedi)

Dari semua film yang diputar di EOS 2009, inilah yang mempunyai jalinan kisah paling simple. Inti ceritanya hanyalah sejumlah musisi Bulgaria yang melaksanakan pertunjukkan di seluruh Eropa. Suatu pagi mereka melaksanakan konser di Graz dan malam harinya harus berada di Wina untuk program gala.

Sangat menghibur. Selama 84 menit kita disuguhi aksi” kocak para musisi dalam perjalanan mereka ke Wina. Para musisi menyebarkan pengalaman” seru mereka sebelum atau dikala bergabung dengan grup ini. Semuanya aneh, tidak masuk akal, konyol dan seru. Pokoknya sangat liar dan tidak terduga deh! Ada saja bencana yang mereka alami, dari terjebak di pertengkaran antar pendukung tim sepakbola hingga terjebak di sebuah gubuk yang berada di tengah hutan dan disertai dengan hujan deras serta mati lampu. Film ini sukses membuat saya tertawa terpingkal-pingkal. Sayangnya, penokohan di film ini sangat lemah sehingga kita kurang mengenal para tokohnya yang sangat banyak itu.

nilai = 7/10

Sembari menunggu saya bisa mendapat waktu untuk nonton film di bioskop atau DVD tercint REVIEW : EUROPE ON SCREEN 2009

WONDERFUL AND LOVED BY ALL (Swedia, 2007, Komedi)

Isabella Eklof hampir selalu mengalami ketidakberuntungan dikala mencoba ikut casting. Dia bermimpi menjadi seorang aktris, tapi ternyata mendapat sebuah tugas tidak semudah yang ia bayangkan. Dengan menggandakan CV, Isabella secara tidak terduga mendapat tugas di sebuah drama yang ditangani oleh sutradara terkenal. Awalnya ini bagaikan mendapat durian runtuh, menyabet tugas yang menjadi harapan semua aktris, berkencan dengan pemain drama populer dan kesuksean yang di depan mata. Sayangnya semua tidak berjalan sesuai rencana. Isabella mendapat problem dengan CV yang ia palsukan dan mengetahui sosok bekerjsama dari sang kekasih.

Komedi romantis yang menghibur dan sangat manis. Unsur komedinya dominan, humor-humor yang segar dan bisa dinikmati oleh semua kalangan. Pemandangan indah kota Stockholm yang menjadi daya tarik film ini. Chemistry antara Martina Haag dan Nikolaj Coster-Waldau juga terjalin dengan baik. Alurnya berjalan dengan cepat sehingga film ini terasa tidak membosankan meski hal ini menjadikan beberapa problem kurang digali secara mendalam sehingga mengakibatkan kebingungan penonton. Nilai plus buat endingnya sangat kocak dan tak terlupakan Sembari menunggu saya bisa mendapat waktu untuk nonton film di bioskop atau DVD tercint REVIEW : EUROPE ON SCREEN 2009

nilai = 7/10

Sembari menunggu saya bisa mendapat waktu untuk nonton film di bioskop atau DVD tercint REVIEW : EUROPE ON SCREEN 2009

FC VENUS (Finlandia, 2005, Komedi)

Anna dan Pete yaitu pasangan yang hidup senang di Helsinki. Pete sangat menggemari olahraga sepakbola dan bermain dilam tim berjulukan FC HeMan yang merupakan liga sepakbola yang paling rendah. Timnya buruk, tetapi tetap saja para pemainnya bermain dan hidup dari sepakbola. Anna sangat membenci olahraga ini namun ia tidak ikut campur dengan hobi suaminya ini alasannya yaitu ia mengasihi suaminya. Kesabaran Anna mulai mencapai batas tatkala suaminya telah memesan tiket ke Jerman bersama teman-teman timnya untuk menonton Piala Dunia. Tercetuslah inspirasi gila di pikiran Anna, ia menantang tim suaminya untuk bertanding sepakbola. Tim yang diberi nama FC Venus ini terdiri dari istri/kekasih dari anggota tim FC HeMan. Jika Anna dkk bisa menang, Pete dkk harus berhenti bemain bola. Sebaliknya, jikalau HeMan yg menang, para istri harus berhenti komplain.

Pada awalnya FC Venus tidak ada dalam aktivitas tayang di Semarang, namun alasannya yaitu problem teknis FC Venus dijadikan sebagai film pengganti. Komedi non-stop dari awal hingga akhir, sukses membuat penonton tertawa terpingkal-pingkal tanpa henti Sembari menunggu saya bisa mendapat waktu untuk nonton film di bioskop atau DVD tercint REVIEW : EUROPE ON SCREEN 2009Sangat kocak, cocok dijadikan sebagai tontonan di kala sedang bete atau stres. Dijamin 100 % kocak! Ceritanya sangat klise tetapi pengemasannya yang menarik membuat film ini terasa segar dan seru buat diikuti. Menyaksikan sekumpulan perempuan yang sama sekali nol soal sepakbola harus berlatih dan bertanding sepakbola bener” bikin perut sakit, kocak banget! Bahkan anggota timnya juga ga ada yang beres ; perempuan yang naif dan polos, gay yang sangat lebay (yg ini beneran kocak Sembari menunggu saya bisa mendapat waktu untuk nonton film di bioskop atau DVD tercint REVIEW : EUROPE ON SCREEN 2009) hingga anggota yang sok tau. Sulit menemukan kelemahan film ini alasannya yaitu saya sendiri sangat terhibur dengan kisahnya.

nilai = 8/10

Sembari menunggu saya bisa mendapat waktu untuk nonton film di bioskop atau DVD tercint REVIEW : EUROPE ON SCREEN 2009

NOAH’S ARK (Hungaria, 2007, Drama)

Tentang seorang kakek berjulukan Ede Stock yang hidup bersama cucu perempuannya serta seorang sahabat di sebuah blok bangunan di Budapest. Penghuni blok yang sangat padat ini saling membenci satu sama lain, bahkan cucu Ede juga tidak menyukai Ede. Suatu ketika, Ede bersama cucunya mendaftar sebuah program bertajuk “Kakek terhebat” dimana pemenangnya mendapat hadiah uang yang sangat banyak. Para penyewa mulai bekerja sama menyiapkan duo kakek-cucu untuk program tersebut. Tanpa disadari, hal ini bisa menyatukan seluruh penghuni blok yang awalnya saling membenci sehingga membuat suatu komunitas.

Jujur, inilah satu-satunya film yang gak saya pahami d EOS. Komentar dari para penonton pun senada, mereka tidak memahami film ini dan beberapa meninggalkan gedung di pertengahan film. Ceritanya sangat kompleks dan cenderung absurd, tampaknya aneka macam simbol bermunculan di sepanjang film. Hal ini diperparah dengan lambatnya alur serta banyaknya tokoh yang harus diperhatikan satu persatu. Noah’s Ark dimulai dengan unsur komedi yang besar lengan berkuasa namun menginjak pertengahan film tone mulai suram dan gelap. Film yang sangat berat dan tidak cocok dijadikan sebagai tontonan hiburan. Akting Dezco Garas dan Ferenc Kallai yang ciamik nyatanya tak bisa menyelamatkan film ini. Sialnya, Noah’s Ark dijadikan film epilog Sembari menunggu saya bisa mendapat waktu untuk nonton film di bioskop atau DVD tercint REVIEW : EUROPE ON SCREEN 2009

Btw, cucu Ede mengingatkanku pada Allison Iraheta Sembari menunggu saya bisa mendapat waktu untuk nonton film di bioskop atau DVD tercint REVIEW : EUROPE ON SCREEN 2009

nilai = 5/10

Sembari menunggu saya bisa mendapat waktu untuk nonton film di bioskop atau DVD tercint REVIEW : EUROPE ON SCREEN 2009

Itulah kesan-kesan saya terhadap film yang diputer di EOS Semarang tahun ini. Bagaimana dengan kalian, adakah yang mempunyai film favorit yang sama denganku? Atau kalian terlalu asyik mengantri buat 2012 dan New Moon sehingga melupakan sajian berkualitas yang gratis ini? Sembari menunggu saya bisa mendapat waktu untuk nonton film di bioskop atau DVD tercint REVIEW : EUROPE ON SCREEN 2009

Ah, tak sabar rasanya menunggu EOS tahun depan, ingin tau dengan film” yang akan disajikan.