November 28, 2020

Review : Fast & Furious 6


You’ve got the best crew in the world standing right in front of you, give them a reason to stay.”  – Dominic

Fast Five menutup gelaran kisahnya melalui sebuah ‘post-credit scene’ dengan kandungan twist yang terbilang mengejutkan. Salah satu tokoh utama dalam franchise Fast & Furious, Letty Ortiz (Michelle Rodriguez), yang sebelumnya dikira telah tutup usia dalam sebuah kecelakaan… rupanya masih segar bugar! Ini terperinci menunjukan akan adanya sekuel. Dengan epilog yang membangkitkan rasa ingin tau semacam ini – khususnya di kalangan fans seri ini – maka kehadiran Fast & Furious 6 pun sangat diantisipasi. Pertanyaan seperti, ‘apakah yang bergotong-royong terjadi kepada Letty?’ sampai ‘akankah ada adegan fenomenal yang melibatkan brankas menyerupai sang predesesor?’ pun menyeruak. Dengan ekspektasi yang membuncah sehabis sebuah jilid terbaik dari franchise – yang menyelamatkannya dari keterpurukan – beban serta tanggung jawab yang diemban oleh Justin Lin, yang juga menggarap Fast Five, pun kian berat. Seri keenam ini kudu lebih epik dari sebelumnya! Bisakah? Well… saya harus mengatakan, sayangnya tidak. Lin masih belum bisa melampaui pencapaian yang telah ditorehkannya di film sebelumnya. 


Usai agresi pembobolan brankas di film sebelumnya, Dominic Toretto (Vin Diesel) dan rekan-rekannya mampu hidup sejahtera dan bergelimangan harta. Tim pun menyambut kehadiran anggota gres sehabis Brian (Paul Walker) dan Mia (Jordana Brewster) dikarunia momongan. Sepertinya ini akan menjadi sebuah dongeng ‘happily ever after’ dengan para tokoh yang mencoba untuk lebih menikmati hidup dengan tetapkan pensiun dan menghindari serangkaian masalah. Tapi… tentu saja tidak ada ketenangan di sini alasannya yakni ini yakni seri ‘Fast and Furious’! Kekacauan lain siap untuk diciptakan, namun untuk sekali ini, bukan Dominic dan tim yang menjadi sumber masalah, melainkan Owen Shaw (Luke Evans), mantan tentara khusus Inggris yang beralih ‘profesi’ menjadi kriminal kelas kakap. Agen Diplomatic Security Service (DSS), Luke Hobbs (Dwayne Johnson), yang sebelumnya yakni musuh utama dari Dominic, kali ini berpihak kepadanya. Hobbs meminta pemberian Dominic untuk menangkap Owen dengan imbalan berupa amnesti – atau pengampunan. Meski ini sesuatu yang teramat diharapkan oleh Dominic, akan tetapi tujuan utama Dominic mendapatkan seruan Hobbs tidak lain alasannya yakni Letty yang ternyata telah menjadi bab dari tim Owen. 
Memang… Fast & Furious 6 tidak sesuai dengan ekspektasi banyak pihak khususnya sehabis Fast Five – yang merupakan tonggak kebangkitan dari franchise yang sebelumnya diprediksi akan semakin karam – yang sedemikian seru dan menyenangkan. Akan tetapi, ini tidak berarti segalanya menjadi lembek dan hambar. Sama sekali tidak. Fast & Furious 6 yakni apa yang Anda harapkan dari sebuah ‘summer blockbuster’. Disesaki dengan agresi gila-gilaan tiada henti yang digeber semenjak menit pertama sampai sebuah epilog yang (lagi-lagi) membangkitkan rasa ingin tau serta suntikan humor dengan kadar yang lebih tinggi. Jelas, ini yakni sebuah ‘crowd pleaser’. Lin membawa adegan agresi dalam film ke tingkatan yang lebih ekstrim dan penuh dengan kegilaan. Apabila sebelumnya ada brankas yang ‘berjalan-jalan’ di jalan raya, maka kali ini Anda akan diberi sajian dimana terdapat tank yang dengan seenaknya menghantam mobil-mobil pribadi di jalan tol seperti itu hanyalah mainan serta sebuah adegan kebut-kebutan di landasan pacu dalam sebuah titik puncak mendebarkan yang turut diramaikan oleh sebuah pesawat terbang. 
Di samping adegan agresi yang, mau tak mau kudu diakui, semakin sinting serta (tentu saja) tak bisa diterima oleh logika, Lin pun menunjukkan porsi lebih untuk adegan baku hantam. Yah… inilah yang menjadi highlight dari jilid ini! Tatkala adegan pengejaran serta balap cepat di jalanan kota London pada malam hari yang kemudian dipermanis dengan ukiran dan ledakan tidak cukup untuk membuat Anda terpuaskan di dalam gedung bioskop, maka ucapkan selamat tiba kepada adegan laga jotos yang digarap dengan cermat dan intens. Perkelahian dengan tangan kosong yang berlangsung di stasiun subway London ini melibatkan Letty dengan Riley (Gina Carano), rekan Hobbs, serta Roman (Tyrese Gibson) dan Han (Sung Kang) dari tim Dominic melawan Jah (Joe Taslim – yang kita kenal melalui tugas sebagai Sersan Jaka di The Raid) dari tim Owen. Penonton pun mampu dibentuk untuk menahan nafas selama beberapa detik, gregetan, sampai kesannya bertepuk tangan serta tertawa terbahak-bahak sehabis mengetahui hasil akhir. Benar-benar seru. 
Hanya saja, keputusan Lin dan Chris Morgan, penulis skrip, untuk memberi ruang lebih kepada sisi drama demi memberi pementingan terhadap adanya sedikit banyak perubahan dalam diri Dominic berdampak pada ritme film yang berjalan agak melambat dibanding biasanya. Ada potensi untuk membuat rasa jenuh dalam beberapa paruh awal film. Demi menyiasati ini, maka dihadirkanlah celetukan-celetukan konyol dari Tyrese Gibson yang mulutnya susah untuk dikontrol dan Ludacris (sebagai Tej) demi mencairkan rasa jenuh serta ketegangan. Ini efektif. Tidak pernah terperosok ke dalam kubangan yang menjengkelkan dan mengganggu. Tyrese Gibson dan Ludacris, bergabung bersama dengan Joe Taslim (dialog ‘hantam mereka!’ bisa jadi akan dikenang oleh penonton Indonesia), yakni ‘scene stealer’ dalam film. Kehadiran mereka malah terasa lebih berpengaruh ketimbang Owen Shaw – selaku villain utama – yang gampang dilupakan. Di ketika Tyrese Gibson, Ludacris, dan Joe Taslim, menampakkan diri di layar… maka bersiaplah untuk memperoleh hiburan maksimal. 
Sekalipun pada kesannya Fast & Furious 6 tidak bisa menandingi Fast Five yang luar biasa asyik itu (terlebih untuk adegan brankas) dan laju film agak sedikit melambat dari biasanya, tapi ini tetaplah sebuah sajian di demam isu panas yang menghibur. Ada perpaduan manis antara gelaran agresi gila-gilaan (serta menggelikan) yang tiada berkesudahan sampai mencapai titik puncak yang menegangkan dan ‘post-credit scene’ mencengangkan yang mengingatkan Anda untuk menonton ulang jilid-jilid sebelumnya demi menyegarkan ingatan dengan humor-humor lucu nan konyol pemancing tawa renyah. Seru!

Acceptable