October 20, 2020

Review : Madagascar 3: Europe’s Most Wanted


“In order to get home, we will come up with an act that will blow everyone away!” – Alex

Mari kita menjelajahi daratan eropa bersama empat sekawan penghuni Central Park Zoo yang gres saja terdampar di Afrika! Di jilid ketiga yang berjudul lengkap Madagascar 3: Europe’s Most Wanted ini, Alex (Ben Stiller), Marty (Chris Rock), Melman (David Schwimmer), dan Gloria (Jada Pinkett Smith), menjalani sebuah petualangan yang lebih seru dan konyol dari sebelumnya. Kali ini mereka mau tak mau harus bergabung dengan rombongan sirkus keliling demi menghindari kejaran dari Kapten Chantel DuBois (Frances McDormand), pemimpin satgas pengontrol binatang Monako, yang terobsesi untuk ‘mengoleksi’ kepala Alex. Petualangan mereka bermula dari Monako, berlanjut ke Prancis, Italia, dan berakhir di Inggris. Bagi Anda yang merasa bahwa dua jilid Madagascar yang sebelumnya terasa datar dan membosankan, jangan keburu skeptis dengan seri teranyar ini terlebih dahulu. Dua sutradara franchise ini, Eric Darnell dan Tom McGrath, kembali duduk di kursi penyutradaraan sekali lagi, dan kali ini mendapat pinjaman penuh dari pembesut Shrek 2, Conrad Vernon. Hasilnya? Sebuah seri terbaik dari franchise Madagascar. Tontonan keluarga yang seru, menyenangkan, dan tentunya menghibur. 

Permasalahan dalam Madagascar 3: Europe’s Most Wanted dimulai tatkala para pinguin dan monyet meninggalkan Alex, Marty, Melman, dan Gloria, di Afrika demi mencoba keberuntungan (atau malah justru merampok?) di kasino Monte Carlo. Mengalami mimpi jelek bahwa mereka akan terjebak selamanya di Padang Savana Afrika, Alex pun mengajak konco-konconya – termasuk para kukang yang super rempong – untuk menjemput para pinguin dan simpanse. Monte Carlo bukanlah kawasan bagi singa, zebra, jerapah, dan kuda nil. Apabila ingin rencana berjalan dengan mulus, taktik paling jitu harus dipersiapkan. Ah, tapi dimana letak serunya jikalau segala rencana berjalan dengan semestinya? Para petinggi di rahasia tidak akan mengizinkan, begitu juga dengan penonton. Rombongan binatang ini tanpa sengaja, tentu saja, membuat kekacauan di Hotel De Paris ketika menjalankan operasi penyelamatan. Pihak keamanan hotel pun pribadi menghubungi petugas pengontrol binatang yang dipimpin oleh Kapten Chantel DuBois yang luar biasa cekatan. Petugas yang sangat menggemari lagu milik Edith Piaf, “Non Je Ne Regrette Rien”, ini tak akan mengalah sampai berhasil mendapat kepala Alex. 

Adegan pembuka yaitu salah satu belahan terbaik yang dihentikan Anda lewatkan ketika menyaksikan Madagascar 3: Europe’s Most Wanted. Adegan kejar-kejaran di Monte Carlo dikemas dengan cepat, seru, dan menyenangkan. Tak hanya dibentuk tegang, aku pun berhasil dibentuk terpingkal-pingkal melihat tingkah polah para binatang plus Kapten DuBois. Elemen komedi slapstick hiperbolis diterapkan disini. Kelucuan yang hadir memang jarang disebabkan oleh obrolan yang cerdas, melainkan berasal dari adegan-adegan yang lebaynya tak ketulungan. Lebay pol! Simak saja bagaimana agresi DuBois ketika mengejar para rombongan binatang yang sama sekali tidak masuk akal. Lagipula, mengapa mencari adegan yang masuk logika dalam sebuah film animasi? Selama masih menyenangkan untuk ditonton, tak duduk kasus se-lebay apapun adegan tersebut dikemas. Bagusnya, Madagascar 3: Europe’s Most Wanted pun tak dimuati dengan obrolan penuh ceramah. Pesan moral tetap diselipkan tanpa perlu membuat jidat penonton mengerut. 

Rombongan binatang ini kudu mencari cara untuk meloloskan diri dari kejaran Kapten DuBois. Satu-satunya jalan yaitu dengan bergabung bersama rombongan sirkus keliling yang terdiri dari Vitaly (Bryan Cranston), Gia (Jessica Chastain), Stefano (Martin Short), dan beberapa binatang lainnya. Pada awalnya, hubungan antara para penghuni kebun binatang dan para binatang sirkus ini kurang baik. Vitaly tak percaya kepada Alex. Namun segalanya berubah sehabis Alex dan timnya berhasil membangun kembali kepercayaan diri para anggota sirkus yang telah runtuh akhir stress berat masa lalu. Setelah adegan pembuka yang menyenangkan, trio sutradara kembali mengajak para penonton, khususnya anak-anak, untuk bersenang-senang dalam pertunjukkan sirkus yang penuh warna. Saya mendapat kepuasan tersendiri tatkala menyaksikan Madagascar 3: Europe’s Most Wanted, kepuasan yang tidak aku dapatkan di dua jilid sebelumnya. Dengan ritme yang berjalan cepat, seru, dan penuh dengan tawa, 85 menit terasa sangat singkat. Lagu ‘Afro Circus’ yang di-remix dengan ‘I Like to Move It’ yang dibawakan oleh Marty atau Chris Rock menjadi menu epilog yang lezat. Hingga beberapa hari sehabis menyaksikan film ini, lagu ini masih ‘stuck’ di kepala aku dan tak henti-hentinya mendendangkannya. Saya kecanduan lagu ini! Jika Anda tengah mencari sebuah tontonan yang sanggup menghibur belum dewasa atau keponakan Anda dan tetap sanggup Anda nikmati, maka Madagascar 3: Europe’s Most Wanted yaitu pilihan yang tepat.

Exceeds Expectations

2D atau 3D? Saya sangat menyarankan Anda untuk menyaksikannya dalam versi 3D.