October 19, 2020

Review : Spellbound


Masih lekat di ingatan bagaimana sutradara debutan, Kim Young Tak, sukses menyihir saya dan jutaan penonton lain lewat drama terpuji berjudul Hello Ghost setahun silam. Kombinasi drama dan komedi diracik dengan dosis yang berimbang serta ditangani dengan cermat sehingga sulit bagi penonton untuk tidak mencintainya. Kim Young Tak mengajak penonton untuk menghargai pentingnya sebuah keluarga. Meski disesaki empat hantu yang selalu menguntit si tokoh utama kemanapun ia pergi, Hello Ghost tidak lantas menjadi suguhan yang menyeramkan malah cenderung lucu dan mengharukan. Hal yang berbeda dilakukan oleh sutradara debutan lainnya, Hwang In-ho, dimana ia menyuntikkan sejumlah adegan menakutkan dalam Spellbound atau yang juga dikenal dengan Chilling Romance. Sekilas, Spellbound mempunyai premis yang nyaris serupa dengan Hello Ghost. Setelah mengalami insiden yang nyaris merenggut nyawa, si tokoh utama diberkahi dengan kemampuan melihat makhluk halus. Kali ini yang menerima penglihatan tersebut yakni seorang gadis berjulukan Yeo-ri (Son Ye-jin). Semenjak mempunyai indra keenam, Yeo-ri bermetamorfosis gadis yang pemurung. Dia menentukan untuk menjauhi orang-orang dikasihinya supaya mereka tidak terluka. Dia tinggal sendirian di sebuah rumah besar yang dari luar terlihat angker. 

Sang atasan, Jo-goo (Lee Min-ki), ingin tau karena Yeo-ri selalu menolak dikala diajak makan malam bersama padahal Yeo-ri telah bekerja untuknya selama kurang lebih setahun lamanya. Belakangan diketahui bahwa si gadis sanggup membuat kehebohan yang memalukan di meja makan dikala arak dihidangkan kepadanya. Karena malu, Yeo-ri memutuskan untuk menghindari setiap undangan Jo-goo. Namun sikap unik Yeo-ri ini malah justru membuat Jo-goo kian ingin tau terlebih wajah Yeo-ri yang senantiasa duka mengindikasikan bahwa ia diliputi dengan aneka macam duduk kasus berat. Apa yang menjadi diam-diam Yeo-ri terbongkar dikala Jo-goo mengunjungi rumahnya. Rupanya, Yeo-ri bisa melihat hantu. Awalnya, Jo-goo menganggap hal gres ini sebagai sebuah tantangan yang menyenangkan. Apalagi pekerjaannya sebagai pesulap kerap bersinggungan dengan hal-hal gaib. Namun perlahan tapi pasti, Jo-goo mulai menyadari mengapa sang pujaan hati begitu tersiksa dengan kehadiran para hantu ini. Salah satu dari mereka yakni seorang gadis berambut hitam panjang dengan wajah penuh amarah. Dia yang menjadi kunci dari semua masalah. 

Spellbound tidak hadir sebagai sebuah film komedi romantis yang ditebari dengan dialog-dialog manis menggelitik, pemandangan alam Korea Selatan yang aduhai, dan romansa yang mengharu biru. Hwang In-ho turut memasukkan unsur supranatural yang cukup mayoritas ke dalam jalinan kisah. Anda yang alergi dengan film horror, bersiaplah untuk dikejutkan dengan beberapa penampakan yang harus diakui bisa membuat bulu kuduk merinding. Hwang In-ho menawarkan kesempatan kepada penonton untuk mengetahui abjad Yeo-ri lebih mendalam. Kemunculan para hantu yang seringkali mendadak pun tidak terkesan tanpa makna. Hebatnya, sekalipun diwarnai dengan cukup banyak teror, hal ini tidak merusak ritme cerita. Spellbound berjalan dengan cukup rapi, nyaris tidak keluar jalur. Masih tetap romantis, masih tetap mengundang gelak tawa, dan masih tetap mengharu biru menyerupai drama Korea kebanyakan. Walaupun tidak bisa menandingi kegemilangan Hello Ghost, Spellbound tetap bisa hadir sebagai sebuah film komedi romantis berbalut supranatrual yang cantik.

Acceptable