October 31, 2020

Review : Test Pack: You’re My Baby


“Apa adanya kamu, sudah melengkapi hidupku.” – Rachmat 

Saat Anda berada di semester simpulan dingklik kuliah, pertanyaan yang paling bikin kuping panas ialah “kapan wisuda?.” Setelah toga terpasang dengan anggun di kepala, giliran diberondong pertanyaan, “kapan menikah?.” Seusai melenggang di pelaminan, belum juga masa-masa untuk berbulan madu berakhir, pertanyaan lain yang tergabung dalam ‘trilogi pertanyaan sensitif’ mengusik, “kapan memiliki anak?.” Memiliki momongan, seringkali dianggap sebagai salah satu barometer suksesnya sebuah pernikahan. Belum lengkap jikalau tidak ada ocehan si kecil di rumah. Saat mertua telah menimang seorang cucu, maka teror akan sedikit mereda. Nah, bagaimana jikalau sepasang suami istri yang telah menahun berumah tangga namun masih belum diberi kepercayaan oleh Tuhan untuk menerima momongan? Memalukan sekaligus memilukan, tentu saja. Tema yang super sensitif inilah yang disorot oleh Ninit Yunita dalam novelnya yang berjudul Test Pack. Dilempar ke pasaran untuk pertama kali pada tahun 2005, novel ini telah bolak-balik masuk percetakan sebanyak 13 kali hingga sekarang. Starvision yang gres saja bersuka cita berkat Perahu Kertas meledak di pasaran, melirik novel ini untuk diangkat ke layar lebar dengan Monty Tiwa sebagai sutradara. 
Ketika mendengar judul Test Pack, belum apa-apa masyarakat sudah keburu skeptis. Maklum, selama bertahun-tahun disodori film komedi esek-esek berjudul nyerempet dengan kualitas penggarapan ala kadarnya meninggalkan stress berat yang cukup mendalam bagi penonton. Belum apa-apa, sudah keburu suudzon. Rilisan terbaru dari Starvision yang naskahnya dikelola oleh Adhitya Mulya ini tidak bermain-main dengan kepingan dada, paha atau selangkangan untuk menarik penonton ke bioskop. Ini murni sebuah film drama komedi romantis yang sarat pesan positif bagi Anda yang tengah membina rumah tangga atau berniat membawa hubungan Anda dengan kekasih ke jenjang pernikahan. Test Pack mengajak Anda untuk berkontemplasi memikirkan makna dan tujuan dari pernikahan. Terdengar berat? Tenang saja, segala macam problematika disajikan secara santai. Humor-humor saru yang diselipkan untuk mencairkan suasana dikemas elegan dan cerdas, tanpa sedikit pun terkesan vulgar. Naskah bernas Adhitya Mulya diwujudkan dalam bentuk bahasa gambar dengan cekatan oleh Monty Tiwa. Sejak menit pertama, Test Pack telah mencuri perhatian. Komedinya yang menggelitik berpadu secara pas dengan dramanya yang menguras emosi. 
Akar permasalahan dari Test Pack ialah pasangan suami istri yang telah tujuh tahun hidup berdampingan namun tak kunjung dikaruniai keturunan. Pasangan tersebut diberi nama Rachmat (Reza Rahadian) dan Tata (Acha Septriasa). Ibu Rachmat (Ratna Riantiarno) tidak pernah lelah menelpon anak dan menantunya setiap hari hanya untuk bertanya, “kapan kalian mau punya anak?.” Tata bahkan hingga memborong test pack, tampaknya tidak ada satupun produk test pack di Indonesia yang terlewatkan olehnya. Namun dari berpuluh-puluh test pack yang ‘dikoleksinya’, tak satupun yang membawa kabar yang membahagiakan. Lelah alasannya perjuangan tidak kunjung membuahkan hasil, pasangan ini berobat ke dr Peni (Oon Project Pop). Semenjak disuntik hormon kesuburan, emosi Tata menjadi tak stabil. Tangisan histeris kerap kali pecah. Rachmat hanya bisa bersabar mendampinginya sembari menangani pasangan rempong yang berkonsultasi kepadanya, Pak dan Ibu Sutoyo (Jaja Mihardja dan Meriam Bellina). Seakan masih belum cukup cobaan mendera Rachmat, hadir Shinta (Renata Kusmanto), mantan kekasih Rachmat, yang mengharapkan munculnya ‘CLBK’ sehabis ia diceraikan oleh suaminya. 
Test Pack istimewa berkat akting ciamik dari dua bintang utamanya, Reza Rahadian dan Acha Septriasa. Selepas Heart, kemampuan akting Acha Septriasa kian terasah dari film ke film. Disini, ia terlihat semakin matang. Sepertinya, akan semakin banyak produser yang tertarik untuk memasangnya di garda depan dalam beberapa tahun ke depan. Sementara Reza Rahadian yang akhir-akhir ini semakin membosankan dengan penampilan yang begitu-begitu saja, tampak segar. Mereka berdua berhasil menghadirkan chemistry yang ‘cakep banget’. Di tangan mereka, tokoh-tokoh ciptaan Ninit Yunita terasa hidup dan nyata. Saya merasa sangat mengenal Rachmat dan Tata, serta turut mencicipi betapa beratnya cobaan yang harus mereka lalui. Inilah yang kerap diabaikan oleh para sineas film lokal. Membuat penonton terkoneksi dengan para tokoh utama sehingga kita peduli pada nasib mereka. Kegemilangan Reza dan Acha menerima pemberian penuh dari para pemain pendukung menyerupai Meriam Bellina, Jaja Mihardja, dan Oon Project Pop yang menciptakan film ini menyenangkan untuk diikuti. Penuh tawa canda dan keceriaan hingga pertengahan film, Test Pack memasuki bab mengharu biru yang emosional di paruh kedua ditandai dengan adegan slo-mo yang tergarap cantik, Tata menghampiri suaminya dengan emosi yang bergejolak membawa hasil tes laboratorium yang disembunyikan Rachmat. Gelak tawa digantikan air mata. Perpindahan ini disampaikan dengan mulus oleh Monty Tiwa yang menyebabkan Test Pack sebagai karya terbaik darinya, serta menempatkan sutradara yang gres saja menghasilkan Sampai Ujung Dunia yang tak kalah manis ini sebagai salah satu sutradara berbakat di Indonesia ketika ini.

Exceeds Expectations