September 24, 2020

Review : The Hitman’s Bodyguard


“I hope they kill him, I really do. This guy single handedly ruined the word motherfucker”. 

Bagaimana kesannya dikala Samuel L. Jackson yang dikenal kerap melakoni aksara bermulut besar dipasangkan dengan Deadpool, eh maksud saya Ryan Reynolds, yang juga ceriwis tak ketulungan dalam sebuah film berkelahi komedi? Hmmm… terdengar menyerupai gagasan cemerlang untuk menghasilkan tontonan seru-seruan ala film dari kala 80-90’an. Sepertinya bakal menjadi sajian eskapisme yang cocok ditonton di bioskop kala senggang seraya mengunyah berondong jagung dan menyeruput minuman bersoda. Sang sutradara yaitu Patrick Hughes yang sebelumnya diberi kepercayaan dalam menggarap The Expendables 3 yang dipenuhi bintang-bintang berkelahi legendaris dan terbilang cukup seru dengan segala kenorakannya. Jadi, apa sih yang mungkin salah dari film ini? Yang mungkin salah yaitu bagaimana penonton menetapkan ekspektasi terhadap film yang diberi tajuk The Hitman’s Bodyguard ini. Asalkan pengharapan diubahsuaikan ke mode “yang penting bisa dibentuk terhibur”, rasa-rasanya kau tidak akan keluar dari gedung bioskop sambil ngedumel alasannya memang The Hitman’s Bodyguard tidak pernah menganggap dirinya kelewat serius. Hanya tontonan pelepas penat yang ringan-ringan saja. 

Dalam The Hitman’s Bodyguard, Ryan Reynolds memerankan biro pelindung berperingkat triple A berjulukan Michael Bryce yang kemampuannya dalam melindungi klien dari kalangan orang kuat tak lagi diragukan. Singkatnya, salah satu bodyguard terbaik di dunia. Namun kehidupan percintaan dan karir Michael yang tepat seketika hancur acak-acakan usai terjadinya peristiwa yang menyebabkan salah satu kliennya tewas. Selama dua tahun, Michael pun terjebak dalam kubangan kiprah yang memaksanya melindungi klien-klien remeh temeh. Di kala keinginan untuk memperbaiki reputasi sepertinya telah sirna, Michael menerima panggilan dari sang mantan yang bekerja di Interpol, Amelia Roussel (Elodie Yung), yang memintanya untuk mengantar seorang pembunuh bayaran berjulukan Darius Kincaid (Samuel L. Jackson) dari Inggris ke Belanda. Darius yaitu saksi kunci dalam kasus peristiwa kemanusiaan yang dilakukan oleh pemimpin lalim Belarus, Vladislav Dukhovich (Gary Oldman). Mengingat statusnya, terperinci perjalanan ini tidak gampang alasannya kroni-kroni Dukhovich mengintai di setiap sudut. Yang membuatnya semakin tidak mudah, Darius yaitu pribadi yang bawel sehingga sepanjang perjalanan kerap diwarnai cekcok antara Michael dengan Darius.


Secara guliran pengisahan, sejatinya tidak ada yang betul-betul istimewa dari naskah racikan Tom O’Connor untuk The Hitman’s Bodyguard. Bisa dibilang terhitung generik. Kamu mungkin akan nyeletuk “dih, dongeng semacam ini sih sudah sering dijumpai!” tatkala menyimak filmnya alasannya memang bukan sekali dua kali diusung film bergenre serupa. Tapi melihat kombinasi pemain beserta jalur yang diambilnya, kau tentu tidak benar-benar mengharapkan The Hitman’s Bodyguard akan memiliki jalinan pengisahan yang ‘sesuatu’ sekali, bukan? Tampaknya, Patrick Hughes emang emoh membebani penonton dengan plot kelewat ribet – walau ada kalanya terasa diribet-ribetin juga sih – semoga fokus pada kandungan hiburan yang dibawanya atau dalam hal ini yaitu barisan humor yang dilontarkan beserta rentetan berkelahi yang dikedepankan. Dan memang, untuk urusan ngebanyol dan menghadirkan ‘boom bang boom’, The Hitman’s Bodyguard itu terbaek. Hampir sanggup dipastikan kau akan seringkali ditempatkannya dalam fase tergelak-gelak andal di dingklik bioskop atau menganga dikala menatap layar sampai-sampai tidak terasa berondong jagung yang kau kudap semuanya telah masuk ke dalam pencernaan. Dengan laju yang juga bergegas, 118 menit pun berlangsung menyerupai satu kedipan mata. 

Ya, The Hitman’s Bodyguard terasa sungguh mengasyikkan buat ditonton. Kuncinya terletak pada dua hal: pertama, kecakapan Hughes dalam mengkreasi sejumlah sekuens berkelahi seru yang highlight-nya antara lain kejar-kejaran di sepanjang sisi Sungai Amstel, Amsterdam, yang melibatkan tiga macam kendaraan serta konfrontasi selesai dimana dua aksara utama berpisah jalan (Darius menangani para begundal memakai mobil, sedangkan Michael turun pribadi ke jalan). Lalu kedua, performa jempolan barisan pemainnya terutama Samuel L. Jackson dan Ryan Reynolds yang berhasil menghadirkan chemistry menyengat. Pertukaran obrolan keduanya yang dipenuhi umpatan berikut celaan memperlihatkan aneka macam riuh tawa dan tidak sedikit diantaranya muncul di dikala yang tidak kau sangka-sangka seolah mengingatkan “udah, jangan serius-serius amat sih nanggepin film ini.” Mereka memperoleh sokongan dari Gary Oldman yang terlihat bengis hanya dari sorot matanya saja, Elodie Yung yang sungguh menggemaskan, serta paling mencuri perhatian, Salma Hayek sebagai istri Darius, Sonia. Seperti halnya sang suami, Sonia pun sama sekali tak bisa mengontrol ucapannya dan pertengkaran pasangan ini yang bernuansa ‘benci tapi rindu’ melalui sambungan telepon yaitu highlight lain dalam The Hitman’s Bodyguard.

Note : Nggak penting-penting amat sih, cuma bila mau tipe penonton yang ogah rugi menyerupai saya, sebaiknya tunggu The Hitman’s Bodyguard hingga beneran kelar alasannya ada post-credits scene.

Exceeds Expectations (3,5/5)