October 20, 2020

Review : The Man From U.N.C.L.E.


“For a special agent, you’re not having a very special day, are you?” 

Ada kejutan mengasyikkan yang diberikan oleh Matthew Vaughn di kuartal pertama tahun ini dalam wujud Kingsman: The Secret Service. Betapa tidak, tatkala Jason Bourne dan James Bond masa Daniel Craig berusaha tampil lebih serius dari sisi penceritaan, film yang memperkenalkan kita kepada sosok Eggsy ini justru mengajak penonton untuk sekadar bersenang-senang menikmati geberan kegilaan tiada henti dengan tujuan utama mencoba mengembalikan genre spy movies ke jalurnya yang mengedepankan unsur fun. Tidak lebih. Semacam menjadi pionir, berturut-turut sederet judul film mata-mata tahun ini mengikuti formula ‘hura-hura’ Kingsman: The Secret Service dimulai dari Spy yang memperlihatkan sisi lain dari Jason Statham, kemudian Mission: Impossible – Rogue Nation yang turut mengentalkan sabung beserta humornya, sampai paling gres, The Man From U.N.C.L.E. Judul terakhir disebut ini mungkin terdengar kurang familiar utamanya bagi indera pendengaran generasi masa kini, meski kenyataannya film instruksi Guy Ritchie tersebut didasarkan pada serial televisi terkenal berjudul sama dari masa 60’an yang memasangkan biro CIA asal Amerika Serikat dan biro KGB dari Rusia dalam satu tim! 
Ya, di tengah menggelegaknya Perang Dingin, dua jasus dari dua negara berseteru, Napoleon Solo (Henry Cavill) dan Illya Kuryakin (Armie Hammer), dipaksa berhubungan oleh petinggi masing-masing guna melacak keberadaan seorang ilmuwan Nazi yang dikhawatirkan tengah diperdayakan sebuah organisasi kriminal misterius untuk mengembangkan senjata nuklir. Dengan kepribadian saling bertolak belakang, belum ditambah cara kerja yang juga berlawan, sejatinya agak sulit membayangkan misi sanggup ditunaikan secara sempurna. Beruntung, ada Gaby Teller (Alicia Vikander) yang menjadi sosok penengah dalam rivalitas tak berkesudahan tersebut. Putri kandung dari sang ilmuwan ini direkrut Napoleon dan Illya untuk memudahkan keduanya mendapat kanal mendekati Uncle Rudi (Sylvester Groth) yang disinyalir mengetahui keberadaan ayah Gaby. Bertolak ke Italia, Napoleon, Illya, serta Gaby pun memulai misi penyamaran guna menghadiri pesta yang diselenggarakan oleh atasan Uncle Rudi, pasangan kaya Alexander dan Victoria Vinciguerra (Luca Calvani dan Elizabeth Debicki). Diketahui sebagai simpatisan Nazi, baik Napoleon maupun Illya meragukan pasangan ini mempunyai keterkaitan erat atas menghilangnya ayah Gaby. 
Satu hal menarik yang sanggup didapatkan di The Man From U.N.C.L.E. yaitu keglamoran dekade 60-an. Ya, alih-alih memodernisasi latar menyerupai dilakukan oleh sejumlah film yang beranjak dari serial televisi lawas, Guy Ritchie memutuskan untuk tetap menonjolkan gaya retronya. Mengusahakan supaya terlihat otentik, Ritchie tak saja menghadirkan kostum stylish (ada banyak gaun indah dan setelan necis sanggup kau pandang, tentunya), kendaraan vintage, sampai pistol Walther p38, tetapi juga penggunaan palet warna monokrom yang memperlihatkan penonton sensasi rasa serupa menyerupai ketika sedang menyantap salah satu judul James Bond masa Sean Connery-Roger Moore. Mengasyikkan? Tentu saja! The Man From U.N.C.L.E. mempunyai semua formula yang diharapkan untuk menjelmakannya sebagai tontonan trend panas yang mengasyikkan. Mari kita cek satu persatu: rangkaian sabung seru? Check! Humor menyegarkan pengundang tawa lepas? Check! Intrik spionase mengikat? Check! Villain sinting pengancam kedamaian dunia? Check! Agen-agen rupawan dengan setelan mahal? Check! Perempuan seksi mematikan? Check! Gawai-gawai canggih? Hmmm… mungkin tidak untuk masa kini, tetapi bila berpatokan pada zamannya, check! Dan, bromance menggemaskan? Check! 

Untuk mendapat kesenangan sebagai hasil dari kombinasi seluruh elemen ini pun kita tidak harus menunggu terlalu lama. The Man From U.N.C.L.E. yang berbagi origin story bagi serial televisinya ini pribadi menyambut penonton dengan adegan kejar-kejaran kendaraan beroda empat yang seru, tetapi juga lucu, di menit pembuka. Memang seusai kehebohan di tembok Berlin ini tidak lagi ada sabung yang tergolong mencengangkan (apalagi inovatif), tetapi Ritchie berhasil mengakalinya dengan memberi kita serentetan adegan pemacu adrenalin yang tergelar konstan di atas laju pengisahan yang bergerak cepat sehingga nyaris tidak mungkin ada rasa kantuk menyerang – well, kecuali kau memang dalam kondisi sangat lelah. Mengasyikkannya lagi, si pembuat film juga tak segan-segan menyusupkan humor dengan dosis melimpah ruah yang mencuat dari dinamika interaksi antara Henry Cavill-Armie Hammer-Alicia Vikander selama menjalankan misi. Dan sanggup dibilang unsur komedinya itulah penyumbang energi terbesar bagi hidupnya The Man From U.N.C.L.E. yang merupakan salah satu film paling bergaya tahun ini. Jadi, apakah kau siap untuk dibawa menyelami petualangan seru di masa 60-an dengan menaiki vespa bersama para jasus penuh gaya dan berselera humor manis ini?

Exceeds Expectations