October 20, 2020

Review : This Means War

 choose the man who makes you a better woman REVIEW : THIS MEANS WAR

Don’t choose the better man, choose the man who makes you a better woman.” – Trish


Bisa dimafhumi jikalau calon penonton berpikiran bahwa This Means War yaitu sebuah film agresi komedi berbasis spionase apabila menyidik dari tampilan poster, trailer, maupun sang pembesut, McG. Tidak keliru memang, hanya saja yang tidak mereka ketahui, ini juga merupakan sebuah film romantis. Tagline-nya yang menyebut “It’s Spy Against Spy” sebenarnya telah mengindikasikan akan dibawa kemana film ini jikalau Anda jeli mengam
ati poster terutama pada pemfokusan kata Spy. Dengan mengintip jejak rekam dari sutradara berjulukan lengkap Joseph McGinty Nichol, ada baiknya Anda tak menaruh impian yang muluk-muluk terhadap film ini. Kehadiran Reese Witherspoon dan Tom Hardy tidak menjamin apapun. Jika semenjak awal Anda sudah terlanjur memasang ekspektasi yang tinggi, segera turunkan. Jangan mengharapkan sebuah tontonan cerdas menghibur dari sini alasannya Anda berada di daerah yang salah. This Means War yaitu sebuah daerah bagi penonton yang mengharapkan tontonan menghibur tanpa harus memutar otak dengan keras, yang berarti dipenuhi dengan adegan-adegan klise nan bodoh.

Apakah itu berarti This Means War yaitu sebuah film yang buruk? Itu tergantung dari sudut mana Anda menilainya. Yang jelas, film buatan McG ini bukanlah jenis film yang dibentuk untuk memuaskan kritikus film. Naskah buatan duo Timothy Dowling dan Simon Kinberg cenderung dangkal dan tidak beraturan, namun terbilang tidak mengecewakan alasannya masih menyimpan cukup banyak obrolan cerdas. Sarat akan adegan yang menghibur, namun jauh dari kesan logis. Akan tetapi tentu saja Anda tidak berharap film ini akan memperlihatkan susunan adegan yang menghindari pelecehan terhadap nalar sehat, bukan? Plot utamanya saja sudah menggelikan. Seorang perempuan mapan berjulukan Lauren Scott (Reese Witherspoon) secara tidak sengaja menjalin cinta dengan dua biro CIA, FDR (Chris Pine) dan Tuck (Tom Hardy), yang ternyata akrab baik. Terlalu banyak kebetulan. Tapi, hey, film Hollywood mana yang tidak dipenuhi dengan kebetulan, apalagi ini merupakan film komedi romantis dan sutradaranya yaitu McG? Maka, ini masih dapat dimaafkan. Niat saya semenjak awal terhadap film ini memang hanya sekadar mencari hiburan, jangan heran jikalau banyak sekali kelemahan dari This Means War masih dapat saya tolerir.

Pertemuan antara Lauren, FDR dan Tuck dimulai dari teman baik Lauren, Trish (Chelsea Handler), yang mendaftarkan Lauren ke sebuah situs kencan online menyusul kekesalan Lauren melihat mantan kekasihnya telah bertunangan. Di ketika yang sama, Tuck pun mencoba mendaftar sesudah melihat iklan situs kencan online di televisi. Disinilah Lauren dan Tuck berjumpa. Setelah merasa cocok satu sama lain, keduanya tetapkan untuk melaksanakan kopi darat. Entah sial atau beruntung, beberapa ketika sesudah Lauren menemui Tuck, secara kebetulan ia bertemu FDR yang menggodanya di sebuah rental video tanpa mengetahui bahwa Lauren yaitu sobat kencan sahabatnya. Dan, Lauren pun berada dalam posisi sulit. Dia kepincut dengan kedua laki-laki ini. Tidak heran, alasannya mereka berdua yaitu pria-pria yang seksi, menyenangkan, dan mapan. Seandainya Anda yaitu Lauren, apa yang akan Anda lakukan? Apakah Anda akan mengikuti langkah Lauren dengan mengencani mereka berdua? Atau Anda tetapkan untuk menentukan salah satu pada ketika itu juga? Yang Lauren tidak sadari, baik FDR maupun Tuck sama-sama telah mengetahui bahwa mereka mengencani perempuan yang sama. Dan ini berarti perang!

Jika ada yang tidak dapat saya terima, maka itu yaitu Reese Witherspoon. Jangan salah paham, saya bukan termasuk hater dari mantan istri Ryan Phillippe ini, justru sebaliknya, saya fans berat. Keberadaannya disini terasa tidak pas dilihat dari segi manapun. Setelah memenangkan Oscar berkat akting menawannya di Walk the Line, Reese Witherspoon justru mengalami stagnansi karir dengan menentukan peran-peran kondusif bernada sama. Apa yang membedakan Lauren disini dengan Elizabeth di Just Like Heaven atau Lisa di How Do You Know? Nyaris tidak ada. Chemistry-nya dengan Tom Hardy dan Chris Pine pun kurang meyakinkan. Malahan, bromance antara Hardy dan Pine terasa lebih greget. Seandainya Witherspoon digantikan oleh aktris lain, rasanya tidak akan berdampak apapun terhadap film toh Lauren Scott seakan hanya difungsikan sebagai penggembira oleh tim penulis. This Means War, sekalipun tidak seburuk film-film komedi romantis Witherspoon paska Walk the Line, hanya akan menciptakan catatan karir Witherspoon terasa tak sedap untuk dipandang.

Acceptable

 choose the man who makes you a better woman REVIEW : THIS MEANS WAR