October 19, 2020
Film / REVIEW / US

Review : Tron Legacy (3D)

Inilah salah satu film yang paling dinantikan  REVIEW : TRON LEGACY (3D)“Out there is a new world! Out there… is our destiny!” – Clu

Inilah salah satu film yang paling dinantikan – tunggu kehadirannya oleh para penikmat film di final tahun, Tron Legacy. Sekadar info, Tron Legacy merupakan sekuel dari film sci-fi tahun 1982, Tron, bikinan Walt Disney yang disebut – sebut sebagai cikal bakal munculnya CGI. Jangan bandingkan dengan film zaman sekarang, adonan live action dengan animasi berformat CGI yang terkesan ala kadarnya ini terlihat begitu memukau pada ketika itu. Meski tidak mendapat daerah di hati para kritikus film, Tron tidak mengecewakan sukses dalam meraup dollar dan bahkan ada yang menyebutnya sebagai cult classic. 28 tahun berselang, Walt Disney berniat me-remake Tron, namun atas usul banyak pihak dan dipikir secara matang, jadinya niatan untuk me-remake diubah menjadi membuat sekuel. Jeff Bridges dan Bruce Boxleitner yang menjadi bintang utama Tron, diajak kembali untuk bergabung untuk mendukung para pemain anyar menyerupai Garrett Hedlund, Olivia Wilde dan bintang film seorang andal kiprah antagonis, Michael Sheen. Joseph Kosinski yang dikenal sebagai penggarap iklan TV papan atas diserahi tanggung jawab untuk mengomando film berbujet $170 juta ini.
Seorang kreator video game terkenal Tron, Kevin Flynn (Jeff Bridges), mendadak hilang tanpa jejak meninggalkan anak lelakinya hidup penuh kesedihan bersama kakek dan neneknya. Setelah kedua walinya wafat, Sam Flynn (Garrett Hedlund), hidup berdikari di sebuah garasi dan tumbuh menjadi cukup umur yang pemberontak. Suatu malam, sesudah sukses menyabotase sebuah operasi di ENCOM untuk melindungi warisan sang ayah, Sam ditemui sobat baik ayahnya yang juga merupakan konsultan di ENCOM, Alan Bradley (Bruce Boxleitner). Alan mengaku telah mendapat pesan dari Kevin yang mengatakan lokasi keberadaan Kevin. Tanpa pikir panjang, malam itu juga Sam menyambangi sebuah markas daerah dimana Tron diciptakan. Setelah mengutak atik sebuah komputer lawas milik Kevin, Sam pribadi tersedot dan mendadak muncul kembali di The Grid, dunia rekaan sang ayah. Untuk sanggup bertahan disini, Sam harus mengikuti ‘permainan’ rancangan kloningan ayahnya, Clu (Jeff Bridges). Jika kalah dalam permainan ini, maka Sam akan tewas. Untungnya ketika dalam posisi terjepit beliau diselamatkan oleh sebuah jadwal berwujud gadis anggun kepercayaan Kevin, Quorra (Olivia Wilde), yang mempertemukannya kembali dengan Kevin. Tidak ada waktu untuk saling melepas rindu alasannya Kevin, Sam dan Quorra harus mencari cara untuk mencapai portal semoga sanggup kembali ke dunia aktual sembari menghindari Clu yang terus memburu mereka.

Inilah salah satu film yang paling dinantikan  REVIEW : TRON LEGACY (3D)
Pelajaran penting yang saya dapatkan sesudah menyaksikan film ini yaitu jangan berekspektasi terlalu tinggi serta jangan terlena dengan trailer yang terlihat keren alasannya pada jadinya hal itu akan membuat rasa kecewa menjadi berkali kali lipat. Itulah yang saya alami dengan Tron Legacy ini. Film yang digadang – gadang bakal jadi film epilog tahun 2010 yang spektakuler nyatanya malah melempem. Kosinski hanya fokus terhadap bagaimana membuat adegan agresi yang keren dengan balutan special effect canggih sementara plotnya cenderung diabaikan. Naskah buatan duo Adam Horowitz dan Edward Kitsis yang juga pernah meracik naskah serial TV paling menggetarkan dekade ini, Lost, sangat datar dan lemah, jikalau tidak mau dikatakan melompong. Alurnya gampang ditebak dan konflik yang dimunculkan juga garing, sanggup jadi kalian yang bosan dengan plot seklise ini sanggup tertidur, menyerupai yang dialami oleh beberapa penonton. Untunglah saya sedang dalam mood yang sangat baik sehingga sanggup mengikutinya dengan baik sampai final meski harus diakui, paruh final dari Tron Legacy cukup menyiksa.

Entah bagaimana jadinya Tron Legacy tanpa Daft Punk dan jajaran cast yang tepat. Bisa jadi bakalan bernasib menyerupai The Last Airbender. Selain special effect yang memang harus saya akui sangat menawan, music score gubahan Daft Punk juga begitu cemerlang. Ajib! Saya yang bukan penikmat music score, berhasil terkesan dibuatnya. Terasa menyatu dengan setiap adegan yang ada, membuat banyak sekali adegan ‘kurang darah’ tersebut menjadi tidak mengecewakan lezat untuk dinikmati. Oh iya, Daft Punk dan Cillian Murphy juga tampil cameo lho disini. Bisakah kalian menemukan mereka ? Untuk jajaran cast, saya terpikat dengan Olivia Wilde yang tampil mengesankan sebagai Quorra dan Michael Sheen dengan gayanya yang eksentrik sebagai Zeus. Bagi saya, merekalah bintang sebetulnya di Tron Legacy tanpa harus mengesampingkan akting apiknya Jeff Bridges. Sementara untuk Garrett Hedlund sendiri malah bermain biasa saja, abjad Sam Flynn masih kurang hidup.

3D yang dihasilkan oleh Tron Legacy biasa saja, tidak terlampau istimewa. Tidak problem jikalau ingin menyaksikkannya dalam tampilan 2D, setting futuristik sudah cukup memanjakan mata. Tron Legacy pada jadinya tidak berhasil membuat saya terpuaskan terlebih dengan segala ekspektasi yang saya bawa. Gagal menghadirkan hiburan yang berkualitas, untungnya Tron Legacy tidak lantas menjadi film yang jelek berkat special effect yang menawan, kejeniusan Daft Punk dan kehebatan departemen casting dalam menentukan pemain yang tepat. Sekarang tergantung kalian ingin tetap menyaksikan film ini atau lebih menentukan untuk menabung saja. Tidak ada salahnya juga kok buat dicicipi, sanggup jadi Tron Legacy akan menjadi hiburan ringan bagi kalian yang tengah penat dengan kiprah final tahun yang bejibun.

Nilai = 5/10 (Poor)

Inilah salah satu film yang paling dinantikan  REVIEW : TRON LEGACY (3D)Inilah salah satu film yang paling dinantikan  REVIEW : TRON LEGACY (3D)Inilah salah satu film yang paling dinantikan  REVIEW : TRON LEGACY (3D)