October 27, 2020

Review : Wrath Of The Titans

You will learn someday that being half human REVIEW : WRATH OF THE TITANS

You will learn someday that being half human, makes you stronger than a god.” – Zeus

Dua tahun silam, Clash of the Titans sanggup menyedot $493 juta dari kantong penonton di seluruh dunia sekalipun menerima kecaman keras dari banyak sekali kritikus film dunia. Nyatanya, tidak hanya para kritikus saja yang geram. Penonton mendadak kebakaran jenggot usai menyaksikan film ini dalam format 3D yang sangat palsu. Kemarahan dari sejumlah pihak membuat Sam Worthington, pemeran Perseus, meminta maaf kepada sebuah media internasional dan berjanji akan memperbaiki semua aspek yang menerima kritikan keras di film berikutnya. Dengan kesuksesan prekuelnya, Warner Bros. bermurah hati menyuntikkan dana sebesar $150 juta untuk Wrath of the Titans. Untuk sekali ini, film eksklusif di-shoot memakai kamera 3D menyusul kekecewaan penonton terhadap hasil konversi yang luar biasa jelek di film sebelumnya. Agar kesalahan yang sama tidak terulang, maka dingklik sutradara dan penulis naskah diberikan kepada orang lain, yaitu Jonathan Liebesman serta Dan Mazeau dan David Leslie Johnson. Setelah perombakan disana sini, adakah kemajuan yang berarti terhadap Wrath of the Titans? Sayang sekali saya harus menjawab, tidak. Apabila Anda sakit hati dengan prekuelnya, maka jangan menggantungkan impian terlalu tinggi untuk film ini.

Beberapa tahun sehabis film pertama berakhir dimana Perseus berhasil menaklukkan Kraken, Perseus hidup hening sebagai seorang nelayan bersama putra semata wayangnya, Helius (John Bell). Ketenangan keluarga kecil ini terusik dikala ayah Perseus, Dewa Zeus (Liam Neeson), tiba membawa kabar buruk. Di negeri para dewa, peperangan tetap berlangsung demi memerebutkan kekuasaan sementara kekuatan para yang kuasa semakin melemah seiring dengan banyaknya insan yang berpaling dari dewanya. Perseus enggan terlibat dengan masalah pelik ini sehingga beliau menolak undangan Zeus yang mengharap bantuannya. Tidak usang sehabis kunjungan ini, Zeus dikhianati oleh putranya sendiri, Ares (Edgar Ramirez) yang bekerja sama dengan saudara Zeus, Hades (Ralph Fiennes). Mereka berdua berniat menggulingkan tahta kekuasaan Zeus dan membangkitkan Kronos. Poseidon (Danny Huston) berharap Perseus berubah pikiran demi menyelamatkan umat manusia. Dia menyarankan Perseus untuk meminta dukungan kepada Putri Andromeda (Rosamund Pike), dan keturunan Poseidon yang menjadi seorang pencuri, Agenor (Toby Kebbell).

Introspeksi dan perbaikan yang dimaksud oleh Sam Worthington ternyata hanya diterapkan untuk pengaruh khusus dan pemakaian 3D. Harus diakui, pengaruh khusus Wrath of the Titans cukup mengagumkan, terlebih di paruh akhir. Dana yang sedemikian besar dimanfaatkan secara maksimal. 3D-nya pun tidak mengecewakan. Hanya saja, naskah yang dipenuhi dengan obrolan yang menggelikan masih tetap tidak sanggup diharapkan, sementara karakternya tidak diberi kesempatan untuk mengakrabkan diri dengan penonton. Liebesman beruntung masih mempunyai Liam Neeson dan Ralph Fiennes yang bermain cukup baik sebagai Zeus dan Hades, alasannya Sam Worthington dan konco-konconya terbukti tidak sanggup berakting. Dengan pengalaman akting lebih dari 10 tahun, Worthington masih terlihat layaknya pendatang gres yang kebingungan bagaimana seharusnya menampilkan aksara yang diembannya. Dan, inilah salah satu faktor kegagalan dari Wrath of the Titans. Setelah sebelumnya gagal membuat chemistry dengan Gemma Arterton, disini pun kekerabatan antara Perseus dengan Putri Andromeda tidak terasa sengatan listriknya. Sepertinya, beliau membutuhkan seorang acting coach yang baik apabila ingin tetap bertahan di Hollywood. Pada akhirnya, meski telah hadir dalam gugusan baru, pada kenyataannya Wrath of the Titans tidak memperlihatkan perbaikan yang signifikan. Hanya pengaruh khusus yang ditawarkan jauh lebih mewah, dengan lebih banyak agresi dan ledakan sedangkan naskah dan para pemainnya masih tetap menjemukan ibarat sebelumnya. Dengan peningkatan yang cuma seuprit ibarat ini, akankah masih ada penonton yang tidak sabar untuk segera menyaksikan jilid ketiganya?

Acceptable

You will learn someday that being half human REVIEW : WRATH OF THE TITANS