November 20, 2020

Sekte (2019)

Serupa perkumpulan okultisme yang diangkat kisahnya, Sekte pun melaksanakan pengorbanan guna mencapai tujuan. Bukan insan yang dikorbankan, melainkan pentingnya penceritaan demi sebuah twist ending. Masalahnya tidak berhenti di situ. Sekte yakni film menjanjikan berisi beberapa momen memikat, namun sayangnya mempunyai setumpuk problematika. Sederhananya, ada banyak kata “TAPI” dalam debut penyutradaraan solo William Chandra (3Sum) ini.

Seorang perempuan (Asmara Abigail) ditemukan dengan badan penuh luka di tengah hutan oleh komunitas misterius yang terdiri dari penderita ganngguan mental, mantan narapidana, mantan pecandu, dan lain-lain, dengan Dewi (Gesata Stella) sebagai pemimpin. Jangankan penyebab luka-luka di tubuhnya, perempuan itu bahkan tak ingat namanya sendiri. Dewi membujuknya untuk tinggal sebagai potongan keluarga,  sebab ibarat para penghuni lain, ia tidak punya tujuan.

Seiring usaha protagonis kita—yang nantinya terungkap berjulukan Lia—membaur, ia justru menemukan ketidakberesan di rumah tersebut, sebagaimana saya menemukan kejanggalan pada guliran ceritanya. Lia terbangun di kawasan asing, badan anda terluka, mengalami amnesia, dikelilingi orang-orang misterius cenderung aneh. Tapi alih-alih memendam curiga, kebingungan atau setidaknya waspada, Lia begitu gampang menemukan kenyamanan, tersenyum, bahkan berbaring sambil memeluk laki-laki asing walau gres sekali terlibat pembicaraan intens. Ada yang keliru dengan pemahaman William Chandra dan Husein M. Atmojo (Midnight Show, 22 Menit, Lukisan Ratu Kidul) selaku penulis naskah dalam mengolah psikis karakternya.

Departemen akting pun urung memuluskan paparan perjalanan Lia, tatkala Asmara Abigail menampilkan kekakuan luar biasa tentang menangani tuturan verbal. Bahasa badan maupun ekspresinya dapat diterima, tapi penyampaian kalimatnya mengganggu, seolah Asmara berakting sambil membaca naskah……..untuk pertama kali. Hal ini juga pantas dialamatkan kepada jajaran bintang film pendukung.

Sukar bersimpati pada Lia akhir performa mencengangkan (in a negative way of course) sang aktris, dan kegagalan mengundang simpati terbukti fatal, alasannya Sekte kehilangan daya tarik, khususnya sebelum mencapai titik tengah, di mana kebenaran di balik “keluarga” Dewi terungkap. Sekte terang amat terinspirasi oleh Suspiria, hanya saja minim teror mencekam dan misteri menarik. Alurnya melaju terburu-buru. Berbagai aspek dilemparkan tanpa dikembangkan secara layak, lantaran seluruh pengembangan itu sengaja disimpan hingga twist-nya muncul.

Saya mengakui budi twist film ini. Mengejutkan tanpa harus menipu, sekaligus berjasa melahirkan konklusi yang seketika melambungkan tensi. Sayangnya, untuk mencapai itu, penonton dipaksa melalui lebih dari satu jam penceritaan bergelombang. Padahal itu bukan satu-satunya cara, mengingat Sekte menyimpan sederet elemen potensial, khususnya dalam usahanya menyentil gosip sosial, dari konflik berasaskan prasangka hingga agama. Semua itu berujung aksesoris semata, nihil kedalaman.

Penyutradaraan William Chandra tidak seberapa berbeda, dengan setaranya bobot kelebihan dan kekurangan. William punya insting berpengaruh dalam urusan merangkai teror yang memanjakan mata. Sang sutradara pun dibantu tim artistik mumpuni, termasuk para penata rias yang berjasa membuat bermacam-macam hal hebat, dari salah satu riasan monster/hantu/makhluk buas terbaik perfilman negeri ini, hingga sentuhan efektif terhadap penampilan Lia guna menguatkan dampak konklusinya.

Cukup berani pula William bermain-main dengan kesunyian, yang kesudahannya dapat kita lihat di sebuah sekuen panjang menegangkan yang melibatkan usaha Lia kabur dari kejaran Dewi sekeluarga. Tapi tiap kali kita mencapai titik di mana takaran ancaman bertambah, sense of urgency gagal saya rasakan pada penyutradaraannya. Entah karakternya terlalu usang merespon situasi genting, atau ibarat banyak sutradara kita, Will belum piawai menangani adegan agresi semoga tak nampak canggung. Biar demikian, bila anda mengharapkan pendekatan berbeda di tengah keseragaman elemen supernatural horor negeri ini, Sekte masih pantas diberi kesempatan.