October 28, 2020

Short Reviews : Dilwale + Sunshine Becomes You


Reuni Shah Rukh Khan (SRK) dan Kajol sehabis terakhir kali berjumpa lima tahun silam di My Name is Khan yakni alasan utama yang mendasari munculnya ketertarikan menonton Dilwale. Memang, selain chemistry sangat manis dari keduanya (mayoritas momen terbaik film berasal dari kebersamaan mereka di layar), gugusan tembang-tembang easy listening yang memunculkan rasa candu untuk terus disenandungkan, serta banyolan-banyolan tak penting khas film Bollywood namun sulit disangkal tetap efektif memancing derai tawa, tidak ada keistimewaan lain yang dimiliki oleh Dilwale. Plotnya mengenai percintaan terhalang dendam dihantarkan begitu amburadul, lantaran hey, apa sih yang sanggup kau harapkan dari penceritaan di film-film garapan Rohit Shetty (Chennai Express)? Selain ingin mengajak penonton bernostalgia dengan kemesraan SRK-Kajol, tujuan yang ingin dicapai oleh si pembuat film yakni semata-mata memberi tontonan penuh kesenangan gila-gilaan yang berarti kau juga akan memperoleh over-the-top action disamping sederet kekonyolan dengan balutan lagu dan chemistry jempolan. Menghibur.

Acceptable (3/5)


Menyaksikan film percintaan tanpa adanya chemistry antar pemain utama tak ubahnya menyantap sayur tanpa diberi bubuhan garam. Hambar. Dan, begitulah Sunshine Becomes You instruksi Rocky Soraya untuk Hitmaker Studios ini. Mula-mulanya sih ā€“ setidaknya selama paruh pertama ā€“ film ini tergolong enjoyable, menyerupai Eiffel Iā€™m in Love generasi swafoto. Tapi selepas kelucuan demi kelucuan (entah disengaja maupun tidak), Sunshine Becomes You terus menerus turun daya pikatnya terutama sehabis guliran konfliknya ternyata masih tidak jauh-jauh dari balada asmara disebabkan penyakit kronis. Keklisean ini tidak juga sepenuhnya salah memang namun mengingat dua bintang utama film, Herjunot Ali (memerankan Alex Hirano) dan Nabilah JKT48 (Mia Clark), lebih sering terlihat canggung bersama ketimbang terlihat selayaknya pasangan yang memendam perasaan cinta satu sama lain maka sulit untuk benar-benar menaruh tenggang rasa kepada keduanya. Tanpa adanya keterikatan kepada duo Alex-Mia, satu jam terakhir pun tidak lebih dari gelaran menjemukan yang sanggup jadi hanya akan sanggup dinikmati oleh pangsa pasarnya dan penggemar garis keras para pelakonnya.

Acceptable (2,5/5)