October 21, 2020

Short Reviews : Madre & Berdiri Lagi Dong Lupus


Madre 

Madre yang berarti ibu yaitu sebuah gabungan biang roti berusia 70 tahun yang diwariskan seorang renta kepada cowok berjiwa bebas berjulukan Tansen (Vino G Bastian). Terbiasa menjalani kehidupan tanpa dibebani apapun, hidup Tansen mendadak berubah dalam sekejap sehabis sebuah tanggung jawab menghampirinya. Pak Hadi (Didi Petet) dan Meilan (Laura Basuki) dengan bahagia hati mengulurkan tangan untuk membantu Tansen mengelola Madre, meski, tentunya, keputusan untuk selamanya berada dalam kebebasan atau melanjutkan hidup dengan mengambil tanggung jawab sepenuhnya dalam genggaman Tansen. Diangkat dari novelet berjudul sama karangan Dewi Lestari, Madre yaitu sebuah hidangan enak yang ringan dan penuh dengan kesenangan di dalamnya. Salah satu hidangan terbaik dari Benni Setiawan. Vino G Bastian dan Laura Bastian bermain kompak, sementara Didi Petet senantiasa mencuri perhatian. Sekalipun tidak benar-benar memiliki lonjakan konflik yang berarti, Madre tak pernah jatuh dalam kubangan menjemukan berkat racikan resep yang sempurna yang mengandung dialog-dialog menggelitik, tata artistik cantik, serta skoring musik aduhai. Sekalipun Madre bukanlah hidangan terbaik yang ada di kota ketika ini, akan tetapi ini tetaplah sebuah hidangan menggugah selera yang tak akan menciptakan Anda menyesal untuk mencicipinya. (Exceeds Expectations)


Bangun Lagi Dong Lupus 

Lupus kembali dibangunkan oleh Benni Setiawan dan Hilman Hariwijaya melalui sebuah film layar lebar berjudul Bangun Lagi Dong Lupus. Dalam versi anyar ini, dikisahkan Lupus (Miqdad Addausy) mendapat serangkaian pengalaman unik nan menyenangkan sebagai siswa gres di Sekolah Menengan Atas Merah Putih berkat kedekatannya dengan Poppie (Acha Septriasa) serta dua sahabatnya yang antik, Boim Lebon (Alfie Alfandy) dan Gusur (Jeremy Christian). Terdengar sebagai sebuah proyek yang menjanjikan, namun yang terjadi justru sebaliknya. Menit-menit pertama serta adegan terakhir yaitu bab terbaik dari film sementara sisanya… menciptakan aku menyesal tidak menyelundupkan bantal dan selimut ke dalam bioskop. Sangat membosankan. Menyaksikan Bangun Lagi Dong Lupus tidak ubahnya menyaksikan sebuah FTV yang beruntung diputar di layar lebar. Memang ada beberapa momen yang menciptakan aku sedikit menyunggingkan senyum, tapi selebihnya hanyalah sebuah drama komedi cukup umur klise yang berjalan datar. Bahkan, Acha Septriasa yang belakangan kerap tampil gemilang pun tak membantu banyak. Lupus memang belum saatnya dibangunkan, beliau masih terlalu lelah. (Poor)